Krakow, Kompas -
Tanya (T):
Jawab (J): Saya melihat semua laga Jerman di Piala Eropa ini. Kurang lebih, mereka tampil dengan sistem permainan yang sama. Hanya berubah pada beberapa pemain, tetapi karakter dan determinasi mereka sama.
T:
J: Banyak pemain top di tim Jerman. Namun, saya pikir, Mesut Oezil bakal memainkan peran krusial bagi Jerman.
T:
J: Pendekatan kami selalu sama karena itu mentalitas kami. Dengan cara seperti itu, kami bermain bola. Jadi, kami harus memanfaatkan kualitas kami, kemampuan teknik. Tidak seperti Inggris, Jerman akan banyak menyerang pertahanan kami. Namun, jika kami datang
T:
J: Saya pikir, Italia kuat di mana-mana. Jerman juga kuat. Jadi, saya pikir, laga bakal berlangsung menarik.
T:
J: Hampir tidak mungkin saya menjadi pemain terbaik dunia. Sebab, Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo mencetak 60-70 gol per tahun.
T:
J: Dalam sepak bola, kita tidak perlu berbicara soal balas dendam. Jika laga berlangsung ketat, peran kiper Gianluigi Buffon sangat penting. Dialah yang biasa memotivasi pemain muda dan memberi kami ketenangan.
T:
J: Saya tidak merayakan tendangan penalti karena tidak ada yang harus dirayakan. Kami masih menunggu tendangan penalti berikutnya. Itu bukan akhir dari adu penalti.
T:
J: Saya putuskan persis sebelum mengambil penalti dan saya pikir Inggris bermain dengan berhati-hati. Mereka tampil bertahan sepanjang laga, seperti penampilan Chelsea di Liga Champions. Saya pikir, mereka bisa bertahan hingga adu penalti itu sudah hasil yang bagus buat mereka.
T:
J: Tidak. Saya tidak berpikir. Itu sesuatu yang spontan.
T:
J: Saya merasa tersanjung mendapat ucapan selamat dari kolega. (Mh Samsul Hadi dari Krakow, Polandia)