Andrea pirlo

Jerman Punya Banyak Pemain Top

Kompas.com - 28/06/2012, 03:14 WIB

Krakow, Kompas - Andrea Pirlo, gelandang berusia 33 tahun, adalah motor Italia hingga lolos ke semifinal Piala Eropa 2012. Dalam jumpa pers menjelang semifinal melawan Jerman di pusat media Italia, Casa Azzurri, di Krakow, Polandia, Selasa (26/6), Pierlo menjelaskan kenangannya atas kemenangan Italia terhadap Jerman 2-0 di Piala Dunia 2006 dan persiapan menuju babak empat besar.

Tanya (T): Seberapa besar perbedaan yang Anda lihat pada tim Jerman kali ini dibandingkan dengan di Piala Dunia 2006?

Jawab (J): Saya melihat semua laga Jerman di Piala Eropa ini. Kurang lebih, mereka tampil dengan sistem permainan yang sama. Hanya berubah pada beberapa pemain, tetapi karakter dan determinasi mereka sama.

T: Siapa pemain Jerman yang menjadi ancaman terbesar bagi Italia?

J: Banyak pemain top di tim Jerman. Namun, saya pikir, Mesut Oezil bakal memainkan peran krusial bagi Jerman.

T: Anda banyak menguasai bola saat mengalahkan Inggris. Apakah bakal berbeda saat melawan Jerman?

J: Pendekatan kami selalu sama karena itu mentalitas kami. Dengan cara seperti itu, kami bermain bola. Jadi, kami harus memanfaatkan kualitas kami, kemampuan teknik. Tidak seperti Inggris, Jerman akan banyak menyerang pertahanan kami. Namun, jika kami datang ke sini untuk menjuarai Piala Eropa, kami harus memenangi laga.

T: Pelatih Jerman Joachim Loew bilang, Italia sangat kuat dalam pertahanan dan menyerang. Apa komentar Anda?

J: Saya pikir, Italia kuat di mana-mana. Jerman juga kuat. Jadi, saya pikir, laga bakal berlangsung menarik.

T: Anda berpikir bakal menjadi Pemain Terbaik Dunia?

J: Hampir tidak mungkin saya menjadi pemain terbaik dunia. Sebab, Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo mencetak 60-70 gol per tahun.

T: Apakah Jerman akan balas dendam setelah kekalahan di Piala Dunia 2006?

J: Dalam sepak bola, kita tidak perlu berbicara soal balas dendam. Jika laga berlangsung ketat, peran kiper Gianluigi Buffon sangat penting. Dialah yang biasa memotivasi pemain muda dan memberi kami ketenangan.

T: Setelah mencetak gol adu penalti melawan Inggris, Anda tidak terlihat girang. Mengapa?

J: Saya tidak merayakan tendangan penalti karena tidak ada yang harus dirayakan. Kami masih menunggu tendangan penalti berikutnya. Itu bukan akhir dari adu penalti.

T: Kapan Anda memutuskan untuk mengecoh kiper Joe Hart dalam penalti lawan Inggris?

J: Saya putuskan persis sebelum mengambil penalti dan saya pikir Inggris bermain dengan berhati-hati. Mereka tampil bertahan sepanjang laga, seperti penampilan Chelsea di Liga Champions. Saya pikir, mereka bisa bertahan hingga adu penalti itu sudah hasil yang bagus buat mereka.

T: Apakah Anda berpikir saat menendang penalti dengan cara seperti itu saat melawan Inggris?

J: Tidak. Saya tidak berpikir. Itu sesuatu yang spontan.

T: Anda mendapat pujian dari banyak media internasional dan juga dari gelandang-gelandang Spanyol, seperti Xabi Alonso dan Cesc Fabregas? Pujian terbaik mana yang Anda terima?

J: Saya merasa tersanjung mendapat ucapan selamat dari kolega. (Mh Samsul Hadi dari Krakow, Polandia)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau