Rsbi

ICW: Kembalikan RSBI ke Sekolah Standar Nasional

Kompas.com - 28/06/2012, 07:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia Corruption Watch (ICW) meminta Mahkamah Konstitusi (MK) untuk menguji kembali eksistensi Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI). ICW mencium indikasi mengenai korupsi di tingkat sekolah RSBI.

"Kita langsung saja menunggu keputusan MK. Kalau MK mengabulkan permintaan kami, maka harus dikembalikan statusnya menjadi Sekolah Standar Nasional (SSN). Nah, kalau SSN tidak boleh menerima dana masyarakat," ungkap Febri Hendri, koordinator moonitoring pelayanan publik ICW di Jakarta, Rabu (27/7/2012).

Febri menambahkan, penyelewengan dana inilah yang menjadi kegigihan kepala sekolah atau dinas pendidikan untuk mempertahankan RSBI.

"Kalau kepala sekolahnya mendapat gaji Rp 20 juta per bulan di luar gaji PNS, siapa yang mau menolak?," tambahnya.

Musni menjelaskan, PNS tidak boleh menerima dana dari masyarakat seperti tersebut dalam peraturan dinas pendidikan maupun regulasi pegawai negeri. Menurut ICW, PNS yang menerima dana dari masyarakat berarti melakukan tindak gratifikasi.

Menurut Febri, dana yang dikelola RSBI cukup banyak. Maka, dana bantuan pemerintah dalam bentuk Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) akan dipotong oleh dinas dengan alasan bagi-bagi jatah.

"Jadi, wajar saja kalau kemudian RSBI begitu dipertahankan. Salah satu alasannya adalah pendanaan untuk kepala sekolah dan pejabat dinas pendidikan," ungkap Febri.

Musni Umar, mantan komite sekolah RSBI SMAN 70 Jakarta, mengaku juga menemukan kejanggalan dana yang dimiliki SMAN 70 pada 2010 lalu. Dari hasil pemeriksaan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Musni menemukan dana komite sebelum dirinya menjabat sebesar Rp 1,2 miliar. Dana tersebut tersimpan dalam rekening liar milik kepala sekolah.

Seperti diberitakan sebelumnya, sekolah yang menutup-nutupi surat pertanggungjawaban (SPJ) yaitu SMAN 1 RSBI Tambun Selatan, Bekasi; SMAN 70 RSBI Jakarta, SD 012 RSBI Rawamangun, Jakarta, dan SMPN 1 RSBI Cikini Jakarta.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau