Bantuan sosial

Kepala Desa Enggan Salurkan Raskin

Kompas.com - 28/06/2012, 09:48 WIB

 

PONTIANAK, KOMPAS.com -  Sejumlah kepala desa di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat enggan menyalurkan beras untuk keluarga miskin (raskin) periode Juni hingga Desember 2012. Pasalnya, jumlah penerima raskin pada periode itu jauh berkurang dibandingkan penerima raskin dari periode Januari hingga Mei 2012.     

Menurut Sarjono, Kepala Desa Jawa Tengah, Kecamatan Ambawang, Kubu Raya, Kamis (28/6/2012), pembagian raskin akan menimbulkan rasa saling curiga di antara masyarakat. "Daripada menimbulkan persoalan, kami putuskan untuk tidak akan menyalurkan raskin sementara waktu sampai ada penjelasan rinci kenapa penerimanya bisa berkurang sangat banyak," kata ujarnya. 

Sarjono mengatakan, hal yang sama juga dilakukan sejumlah kepala desa lain di Kubu Raya. Mereka terus berkomunikasi ketua RT mengenai belum disalurkannya raskin itu karena ada pengurangan jumlah penerima.     

Menurut data Perum Bulog Divisi Regional Kalbar, penerima raskin wilayah Kalbar pada periode Januari sampai Mei 2012 mencapai 346.675 rumah tangga sasaran (RTS). Volume beras yang harus disalurkan oleh Bulog untuk para penerima itu mencapai 5.200 ton per bulan.     

Periode Juni sampai Desember 2012, jumlah raskin berkurang menjadi 241.655 RTS atau turun sekitar 30 persen dibandingkan penerima periode Januari hingga Mei 2012. Volume beras yang didistribusikan juga turun menjadi 3.624 ton per bulan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau