Andrinof Chaniago: Alex Noerdin Berbahaya

Kompas.com - 28/06/2012, 13:05 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pakar kebijakan publik, Andrinof Chaniago, menilai sosok calon Gubernur DKI Jakarta Alex Noerdin sebagai salah seorang yang "berbahaya". Pasalnya, Alex dinilai tidak hanya cakap dalam memimpin tapi juga lihai berpolitik.

"Dia orang yang berbahaya dalam tanda petik tapi sayangnya Golkar terlambat. Kita bayangkan kalau Golkar setahun lalu atau 6 bulan lalu deklarasikan Alex-Nono, ini akan jadi calon bahaya untuk turunkan incumbent," ungkap Andrinof, Rabu (26/6/2012) malam, dalam peluncuran buku "Alex Noerdin Sang Entrepreneurial Governor" di Wisma Antara.

Andrinof melihat Alex sebagai sosok yang memiliki kecerdasan emosional mumpuni. Hal ini terlihat dalam acara debat publik atau talkshow di televisi.

"Saya mempelajari sosoknya ke belakang, saya cenderung katakan bahwa beliau pemimpin entrepreneur. Jadi tampak kombinasi dari seorang pemimpin yang punya leadership dan sekaligus juga seorang politisi," kata Andrinof.

Dengan kemampuan ini, Andrinof optimis Alex bisa mengungguli calon petahana yakni Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli. Alex dan Fauzi Bowo sebenarnya memiliki jejak yang sama yakni sama-sama dari birokrasi. Namun, Alex sebagai kepa daerah dinilai tidak konservatif.

"Dia bukan pamong konservatif yang bekerja rutin dan tenggelam tapi memag seorang yang langka dalam birokrasi sehingga punya agenda perubahan dan visi perubahan. Inilah ciri pemimpin enterpreneur," ucap Andrinof.

Ciri-ciri enterpreneur yang dimiliki Alex, lanjutnya, adalah selalu jeli melihat sumber daya yang bernilai ekonomi.

"Melihat lahan terlantar dan lihat bisa dibuat nilai tambahnya dibuat sarana olahraga. Saya lihat apa yang dilakukan lebih ketangkasan seorang pemimpin dengan kemampuan responsifnya yang tinggi," pungkas Andrinof.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau