Pendukung Pindah ke Foke, Jokowi Buktikan Suara Terbanyak

Kompas.com - 28/06/2012, 13:08 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo menanggapi santai sejumlah partai pendukungnya yang pindah haluan ke pasangan petahana, Fauzi Bowo-Nachrawi Ramli. Ia ingin membuktikan, siapa pasangan yang mendapat suara terbanyak dalam Pilkada DKI.

"Dalam situasi sekarang, hal yang biasalah. Akan kita buktikan siapa yang mendapat suara terbanyak," ujarnya di sela-sela kampanye yang dilakukan di RW 08, Kampung Gedong, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Kamis (28/6/2012).

Menurut pengalamannya, ia kerap mendapat perlakuan serupa dari pendukungnya, terutama dari RT. "Pendukung dari yang lain lari ke saya banyak. Yang katanya semuanya RT-RT yang asalnya ke saya, banyak sekali," lanjutnya.

Sebelumnya diberitakan, empat partai yang tidak memliki kursi di DPRD DKI akan mendeklarasikan pengalihan dukungan dari pasangan Jokowi-Ahok ke pasangan Foke-Nara. Empat parpol yang akan beralih adalah, Pakar Pangan, Barisan Nasional (Barnas), Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN), dan Partai Demokrasi Pembaruan (PDP).

Belum diketahui alasan keempat parpol tersebut mengalihkan dukungan mereka dari pasangan Jokowi-Ahok. Alasan mengapa partai gurem tersebut pindah ke 'lain hati', akan dijelaskan dalam konferensi pers di Posko Foke-Nara, Jl. Diponegoro, Jakarta Pusat, siang ini.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
    Memuat pilihan harga...
    Kolom ini tidak boleh kosong.
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau