Kuota Daging Sapi di Jakarta Tidak Mencukupi Kebutuhan Ramadhan

Kompas.com - 28/06/2012, 19:06 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Memasuki bulan Ramadhan dan Idul Fitri, warga Jakarta diperkirakan membutuhkan daging sapi sebanyak 15.000 ton. Namun, sampai saat ini kebutuhan tersebut belum dapat dipenuhi. Pasalnya, kuota daging sapi impor hanya mencapai 8.300 ton, sehingga tidak mencukupi untuk kebutuhan Ramadhan dan Idul Fitri. Kondisi daging sapi yang langka ditambah harga yang cenderung akan semakin melonjak tinggi selama Ramadhan dan Idul Fitri yang diperkirakan akan menjadi permasalahannya.

"Karena itu, Komite Daging Sapi (KDS) meminta Pemerintah Pusat, dalam hal ini, Kementerian Pertanian agar sisa kuota daging sapi impor 8.300 ton dapat diperuntukkan khusus untuk kebutuhan Ramadhan dan Lebaran saja," tutur Sarman Simanjorang, Ketua KDS Jakarta Raya, di Balaikota, Jakarta, Kamis, (28/6/2012).

"Sebenarnya jumlah tersebut masih kurang. Karena saat memasuki bulan Ramadhan, Jakarta membutuhkan sekitar 15 ribu ton daging sapi. Sehingga ada kekurangan pasokan daging sapi sebanyak 6.700 ton," kata Sarman.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, hari ini, KDS Jakarta Raya telah melakukan pertemuan dengan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo. Menurutnya, Pemprov DKI bersama pemerintah pusat, harus dapat menutupi kekurangan pasokan daging tersebut.

"Gubernur selalu memonitor perkembangan daging sapi di Jakarta dan hasilnya Jakarta memang membutuhkan pasokan daging sapi segera, terutama menghadapi bulan Ramadhan dan Idul Fitri," ujarnya.

Adapun, Gubernur DKI telah mempersiapkan surat kepada pemerintah pusat, dalam hal ini, Kementerian Pertanian untuk meminta kuota khusus bagi Jakarta dan permintaan tambahan khusus daging sapi untuk mengantisipasi kebutuhan Ramadhan dan Idul Fitri.

"Suratnya sudah disiapkan oleh Asisten Sekretaris Daerah Bidang Perekonomian," kata Sarman.

Ia berjanji, pihaknya beserta Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) DKI Jakarta akan mengawal surat tersebut agar segera dikabulkan. Di samping daging sapi impor, lanjut Ketua Umum HIPPI DKI Jakarta itu, juga meminta ketersediaan daging sapi potong untuk kebutuhan Ramadhan dan lebaran dipastikan tersedia dengan jumlah yang memadai.

"Kalau perlu kuota kwartal III dan IV sebanyak 60 ribu dan 40 ribu ekor sapi segera dikeluarkan izin masuknya sekaligus pada kwartal III/2012. Sehingga stok sapi yang ada di kandang feetlotter sebanyak 154 ribu ekor dapat dikeluarkan semua ke pasar untuk memenuhi kebutuhan menjelang dan selama Ramadhan dan Idul Fitri," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau