Mengapa Lumia 900 Tak Bisa 'Upgrade' ke Windows Phone 8?

Kompas.com - 29/06/2012, 06:50 WIB

KOMPAS.com - Microsoft telah mengumumkan keberadaan sistem operasi smartphone terbarunya, Windows Phone 8. Pada kesempatan itu, Microsoft melontarkan sebuah kabar yang kurang menyenangkan untuk pengguna Windows Phone versi 7, termasuk Nokia Lumia tercanggih saat ini, Lumia 900.

Alasannya, smartphone berbasis Windows Phone 7 tak akan diberi opsi upgrade ke Windows Phone 8. Mengapa demikian?

Senior Product Manager Windows Phone dari Microsoft, Greg Sullivan menjelaskan,  ada perbedaan arsitektur yang sangat mendasar antara Windows Phone 7 dan Windows Phone 8.


Sistem operasi Windows Phone 7 menggunakan inti program (kernel) Windows CE. Kernel bertugas mengorganisir jalannya beragam aplikasi agar dapat diakses oleh hardware. Kernel Windows CE juga digunakan untuk mengembangkan Windows Mobile, sistem operasi ponsel Microsoft sebelum Windows Phone 7.

Nah, di Windows Phone 8, Microsoft memutuskan untuk tak lagi menggunakan kernel Windows CE. Windows Phone 8 akhirnya menggunakan kernel Windows NT, sebuah kernel yang juga digunakan di sistem operasi Windows 8 untuk komputer dan tablet.

Inilah sebabnya mengapa smartphone yang sebelumnya menggunakan Windows Phone 7, tidak dapat menjalankan WIndows Phone 8.

"Cara sederhana untuk menganalogikannya adalah, sebelumnya Anda punya ponsel yang mampu menjalankan program, tapi sekarang Anda punya komputer yang dapat melakukan panggilan telepon," jelas Sullivan, seperti dikutip dari Mashable.

Ia menambahkan, ada banyak keuntungan dengan berbagi kernel yang sama. Microsoft dapat mewarisi arsitektur sistem operasi yang tentu sangat berguna untuk pengguna, mitra pembuat hardware, dan para pengembang aplikasi.

Dengan kesamaan kernel ini, diharapkan semua produk Windows dapat berbagi driver perangkat yang sama, sistem file, networking stack (yang kompatibel dengan IPv6), media software, dan keamanan.

Perubahan besar lain yang terjadi di Windows Phone 8, sistem operasi ini didesain agar dapat menerima spesifikasi hardware yang lebih tinggi dari sebelumnya. Ia menerima penggunaan prosesor multi-core, mendukung resolusi layar tinggi dengan tiga macam teknologi layar, mendukung Near Field Communication (NFC), dan bisa menambah memori eksternal MicroSD,

"Semua kebutuhan dan pekerjaan dari smartphone bisa kita dapatkan dari arsitektur ini, dan tentu saja bermanfaat," kata Sullivan.

Kesamaan kernel sistem operasi komputer dan sistem operasi mobile juga dilakukan oleh Apple, di mana Mac OS X dan iOS menggunakan kernel XNU, singkatan dari X is Not Unix.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau