NEW YORK, KOMPAS.com - Nilai tukar euro terus melemah terhadap Dolar AS, menyusul langkah Uni Eropa yang setuju mengeluarkan dana sebesar 120 miliar euro atau setara dengan 149 miliar Dolar AS untuk menstimulasi pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja. Euro melemah 0,2 persen menjadi 1,2444 Dolar AS pada Kamis (28/6/2012) pukul 5 PM waktu New York.
Euro juga melemah sebanyak 0,5 persen menjadi 98,87 yen. Sementara itu, Dolar AS pun terdepresiasi 0,3 persen menjadi 79,46 yen. Euro masih tetap melemah terhadap Dolar AS untuk hari keempat.
Mata uang bersama 17 negara Eropa ini juga menyentuh titik terendah tiga minggu terhadap yen. Hal itu seiring dengan ketidakyakinan investor terhadap hasil pertemuan Uni Eropa, di Brussels, Belgia, selama dua hari ini untuk mengatasi krisis utang.
"Pertemuan tampaknya tidak akan berakhir dengan langkah maju yang fantastis," sebut Paul Robinson, Head of Foreign-Exchange Research di Barclays Plc yang berbasis di London, dalam conference call.
Selain itu, menurut Federal Labor Agency yang berbasis di Nuremberg, tingkat pengangguran di Jerman naik sebanyak 7.000 menjadi 2,88 juta orang. Padahal, ekonom dalam survei Bloomberg hanya menaksir kenaikan sebesar 3.000 orang. Hal ini lantas membuat UE menggelontorkan dana sebanyak 120 miliar euro, yang salah satu tujuannya untuk menciptakan lapangan kerja.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang