Telan 1 Kg Narkoba, Norman Minta Maaf

Kompas.com - 29/06/2012, 07:37 WIB

DENPASAR.KOMPAS.com Edward Norman Myatt, warga Australia yang menelan 72 butir kapsul berisi 1,012 kg narkoba jenis hashish dan 4,49 gram sabu menyampaikan permintaan maafnya kepada pemerintah dan masyarakat Indonesia saat sidang di Pengadilan Negeri Denpasar, Kamis (28/6/2012).

"Kalau saya telah membuat sakit hati atau menimbulkan sesuatu yang tidak baik terhadap negara ini, saya minta maaf," kata Myatt kepada majelis hakim saat sidang pemeriksaan terdakwa.

Meski mengetahui bahwa membawa narkotika ke Indonesia merupakan tindakan ilegal, Myatt mengaku tidak mengerti bila hukumannya sangat berat. Myaat berharap permintaan maafnya ini menjadi pertimbangan jaksa dan majelis hakim dalam memutuskan hukuman untuknya.

Sidang selanjutnya akan digelar pada Rabu (4/7/2012) pekan depan dengan agenda tuntutan.

Seperti diberitakan, aparat Bea dan Cukai membekuk Edward Norman Myatt di Bandara Ngurah Rai, Senin, 27 Februari lalu, setibanya dari New Delhi, dan sempat transit di Thailand.

Petugas yang melihat gerak-gerik mencurigakan lalu melakukan pemeriksaan tubuh dan menemukan benda mencurigakan di dalam perut Norman. Setelah dikeluarkan di RS BIMC, petugas menemukan 72 kapsul berisi narkoba tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau