Pilih Gaya Pengantin Modern atau Modifikasi?

Kompas.com - 29/06/2012, 10:53 WIB

KOMPAS.com - Berencana menikah dalam waktu dekat? Anda tentu sudah menentukan pilihan konsep pesta pernikahan, termasuk tata rias dan busana pengantin. Bagi Anda yang ingin merayakan hari istimewa tanpa meninggalkan sentuhan budaya Indonesia, busana pengantin tradisional bisa jadi inspirasi, namun tentukan apakah ingin gaya modern atau modifikasi?

Menurut penata rias berpengalaman lebih dari 20 tahun, Muhammad Rais, pemilik Sanggar Rias Rais, gaya busana pengantin modern berbeda dengan modifikasi.

"Banyak perias pengantin yang salah mengartikan busana pengantin modern dan modifikasi," jelas Rais kepada Kompas Female di sela kegiatan seminar dan demo make-up pengantin tradisional, modern, modifikasi diadakan M Deddy bekerjasama dengan Gramedia Pustaka Utama, di Gedung Serbaguna Smesco, Jakarta, Kamis (28/6/2012).

Rais menjelaskan, gaya busana pengantin modifikasi, termasuk tata rias wajah dan penggunaan aksesori pengantin masih mempertahankan pakem. Artinya pakem busana pengantin adat tak ditinggalkan, semua ciri khasnya masih terasa kental namun pemilihan warna, bahan bisa digantikan.

Misalnya, pada busana pengantin Betawi, pada bagian depan busana pengantin perempuan ada penutup dada yang disebut Teratai. Teratai ini wajib ada pada busana pengantin Betawi, namun Anda bisa memodifikasinya dari segi warna atau pemilihan bahan. Prinsipnya, ciri khas busana pengantin adat masih harus dipertahankan meski terjadi modifikasi. Modifikasi juga kerap terjadi pada aksesori pengantin. Misal, jumlah dan cara pemakaian kembang goyang sama sesuai pakem, namun ada modifikasi model kembang goyang atau pilihan bahannya.

Sementara, busana pengantin modern benar-benar terbebas dari pakem dan mengacu pada tren busana pengantin terkini. Jadi, busana pengantin modern bisa saja dibuat terinspirasi dari busana tradisional, misalnya kebaya, namun disesuaikan dengan tren terkini. Anda tentu sering mendengar kebaya modern, inilah yang termasuk busana pengantin modern, lepas dari pakem dan bukan modifikasi. Aksesorinya pun menyesuaikan dengan konsep busana pengantin modern itu.

Artinya, konsep busana pengantin modern memiliki karakter personal yang khas berdasarkan kreasi perancangnya, atau berdasarkan selera dan permintaan calon pengantin. Meski begitu, bukan tak mungkin jika gaya busana pengantin modern masih menonjolkan sentuhan budaya Indonesia, karena memang busana pengantin daerah yang beranekaragam dapat menjadi sumber inspirasinya.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau