Bekas Rumah David Beckham Sepi Peminat

Kompas.com - 29/06/2012, 14:10 WIB

CHESIRE, KOMPAS.com – Sebuah rumah di Alderley Edge, Chesire, Inggris yang pernah dihuni pesepak bola David Beckham dan sang istri Victoria, ditawarkan oleh pemilik barunya dengan harga 2,25 juta poundsterling atau sekitar Rp 33,16 miliar. Karena sepi peminat, pemilik rumah setelah Beckham lantas menurunkan harga menjadi 2 juta poundsterling atau sekitar Rp 29,48 miliar.

Seperti dikutip dari laman dailymail, Kamis (28/6/2012), rumah dua lantai ini pernah dibeli bintang klub LA Galaxy tersebut pada tahun 2001. Beckham dan Victoria membeli rumah tersebut dengan harga 1,25 juta poundsterling atau sekitar Rp 18,43 miliar. Kemudian, mereka menghabiskan hampir Rp 3 miliar untuk merenovasi dan mengubah rumah menjadi “istana” keluarga Beckham. Kala itu, Beckham masih membela klub sepak bola Manchester United.

Rumah yang terletak tak jauh dari pusat kota Manchester ini memiliki lanskap taman dan kebun nan luas. Pada bagian dalam rumahnya, sentuhan warna putih mendominasi keseluruhan ruangan. Di bagian lantai dasar terdiri dari ruangan luas dan mewah untuk area bermain, ruang keluarga, ruang lukisan, dan ruang makan. Sedangkan lima kamar tidur yang luas terletak di lantai dua. Ada pula dapur karya arsitek kenamaan David Lisle yang kental nuansa natural dan kayu pada lantai dan plafon, serta aplikasi serupa di ruangan lainnya.

Empat tahun berselang, seiring kepindahan ayah empat anak ini ke klub Real Madrid, rumah mewah ini dijual. Oleh pemilik baru yang tidak disebutkan namanya, rumah yang dilengkapi kolam renang di lantai dua ini dijual mulai Agustus tahun lalu. Awalnya pemilik rumah tersebut melempar harga 2,25 juta poundsterling atau sekitar Rp 33,16 miliar.

Karena sepi peminat, harga rumah kemudian diturunkan menjadi 2 juta poundsterling atau sekitar Rp 29,48 miliar. Crispin Harris dari Agen perumahan Jackson Stops di Wilmslow, Chesire mengatakan rumah ini telah berkurang harganya karena peminatnya sedikit. Ia menduga, sepinya peminat terhadap rumah mewah ini karena harganya di atas 2 juta poundsterling.

“Kalau rumah dengan harga di atas itu maka pajak propertinya cukup tinggi, naik sekitar 5 – 7 persen. Mungkin itulah alasannya, karena rumah dengan harga di bawah itu beban pajaknya tidak terlalu tinggi,” ujarnya.

“Tapi tetap menakjubkan bekerja di bisnis properti ini. Rumah di lokasi populer dan harga presitisius tetap laku, Anda bisa memahami karena ada saja orang yang berniat membelinya,” imbuh Chrispin.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau