Jakarta 1

Alex-Nono Sapa Puluhan Nelayan Cilincing

Kompas.com - 29/06/2012, 15:50 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Alex Noerdin dan Nono Sampono, melakukan rangakaian kampanye hari keenamnya di kawasan Jakarta Utara, Jumat (29/6/2012). Kali ini, Alex-Nono menyapa puluhan nelayan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Cilincing. Di dalam pertemuan itu, Alex kembali menyoroti persoalan limbah pabrik serta pendidikan dan kesehatan keluarga nelayan.

"Persoalan di sini adalah limbah pabriknya yang membuat nelayan semakin sulit mencari ikan. Harus semakin jauh mencarinya, padahal BBM saat ini mahal," ungkap Alex, Jumat (29/6/2012), di TPI Cilincing, Jakarta Utara.

Dengan kondisi seperti itu, setiap harinya nelayan di Cilincing yang sebagian besar adalah pendatang dari wilayah Indramayu, harus fokus mencari uang untuk makan. "Boro-boro mikirin pendidikan, buat makan saja sulit. Buat sehat, walaupun terlihat tidak sakit, warga hanya pakai obat puyer bintang tujuh untuk semua penyakit," kata Alex.

Persoalan lainnya adalah terkait saluran air di kawasan permukiman nelayan yang banyak tersendat tumpukan sampah. "Jangan sampai jadikan laut halaman belakang kita. Harus jadi wajah depan rumah kita," kata Nono Sampono yang datang mendampingi Alex tersebut.

Alex memberikan solusi bahwa untuk meringankan beban kaum nelayan, maka dirinya kembali mensosialisasikan program pendidikan dan kesehatan gratis, keamanan, dan Jakarta yang bebas macet dan banjir.

"Satu hari setelah dilantik, anak bapak ibu tidak perlu lagi bayar sekolah sepersen pun. Tidak ada uang gedung, uang buku, uang pangkal atau apa pun itu. Demikian juga dengan kesehatan," ujar Alex.

Selain berorasi, kampanye Alex dan Nono kali ini juga terbilang santai karena diselingi dengan hiburan dari Candil, mantan vokalis Seurieus. Yang tidak terduga, Nono Sampono juga turut menghibur para pendukungnya dengan bernyanyi "Munajat Cinta" yang dipopulerkan band The Rock.

Usai melakukan ramah tamah, pasangan nomor urut 6 ini seyogyanya akan melepaskan barongsai. Namun, saat tiba di lokasi pelepasan barongsai, tim sukses Alex-Nono pun kebingungan karena tidak ada satu pun pertunjukkan di situ. Ternyata, barongsai yang tadinya akan menyambut Alex-Nono dari para nelayan sudah terlebih dulu pergi melaut. Alex-Nono pun kemudian memutuskan meninggalkan perkampungan nelayan itu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau