JAKARTA, KOMPAS.com - Usai menunaikan shalat Jumat di Masjid Al-Hidayah, calon Gubernur DKI Jakarta, Hidayat Nur Wahid, melanjutkannya dengan makan siang di Warteg Gewart Dago. Lokasi warteg ini tidak jauh dari Masjid Al Hidayah di Jalan Skadron A, Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur.
Hidayat bersama rombongan tampak menikmati santapan makan siang itu. "Saya tadi makan sayur asem, ikan bandeng, sebenarnya saya suka ikan asin, tapi tadi nggak ada. Tiap hari saya makan harus ada kuahnya, minumnya jeruk anget karena banyak vitamin C. Karena jadwal kampanye padat, saya harus banyak minum vitamin C, madu, dan senam ringan," kata Hidayat kepada Kompas.com, Jumat (29/6/2012).
Untuk menjaga kesehatan, Hidayat mengatakan rutin berolahraga. Biasanya bermain bulutangkis seminggu dua kali. Sekarang karena sedang musim kampanye, Hidayat mengaku belum sempat latihan. Calon Gubernur DKI yang di usung Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang berbasis Islam itu, menuturkan biasa makan di mana saja.
"Saya makan di mana saja, jabatan bukan tembok tinggi yang memisahkan kita dengan masyarakat. Warung-warung semacam ini memberikan solusi lapangan pekerjaan. Ini lapangan pekerjaan, dan banyak yang suka makan di sini," kata Hidayat.
Terkait pajak bagi warung tegal (Warteg) oleh Pemprov DKI, Hidayat menyatakan ketidaksetujuannya. "Kami tolak pajak untuk warteg semacam ini. Untuk usaha-usaha rakyat yang tidak besar semacam ini, harusnya Pemprov DKI memfasilitasi mereka, bukan menyusahkan rakyat. Menurut saya Perda itu jangan cuma ditunda, tapi harus dicabut," kata Hidayat.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang