Selama APBN Defisit Utang, SBN Bertambah

Kompas.com - 29/06/2012, 22:13 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Negara Kemenkeu Rahmat Waluyanto menyatakan, selama Anggaran Pendapatan Biaya Negara (APBN) masih defisit, utang negara dalam bentuk Surat Berharga Negara (SBN) pun akan terus bertambah.

"Selama enam tahun terakhir ini pinjaman luar negeri kita selalu berkurang dan kita tidak akan menambahnya, tapi khusus utang bentuk SBN justru malah akan terus bertambah. Kenapa bertambang, karena APBN-nya terus defisit," tutur Rahmat ditemui di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (29/6/2012).

Rahmat mengatakan, utang dalam bentuk SBN, akan diterbitkan dalam bentuk benchmark. Pasalnya, lanjut Rahmat, pangsa pasar keuangan pastinya membutuhkan benchmark di obligasi korporasi, obligasi daerah, dan bahkan untuk menghitung efek-efek yang lain.

Direktur Strategi Portopolio Utang DJPU Schenaider Siahaan mengatakan, total utang negara per Mei 2012 mencapai Rp 1.944,14 triliun. Di antanya terdiri dari, pinjaman luar negeri Rp 638 triliun, dan pinjaman dalam negeri sebesar Rp 1 triliun.

"Dan justru bagian yang paling besar berasal dari Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp 1.304 triliun," kata Schenaider.

Untuk SBN sendiri, terdiri dari Denominasi Valas sebesar Rp 246,74 triliun dan Denominasi Rupiah sebesar Rp 1.057 triliun.

Berdasarkan data dari Direktorat Jenderal Pengelolan Utang (DJPU) Kemenkeu RI, total utang pemerintah keseluruhan pada 2011 sebelumnya sebesar Rp 1.803,49 triliun. Itu terdiri dari, pinjaman luar negeri sebesar Rp 615 triliun dan dalam negerinya sebesar Rp 810 miliar, sementara SBN sebesar Rp 1.187 triliun.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau