Perbaikan jalan

Jalur Alternatif Masih Rusak

Kompas.com - 30/06/2012, 02:39 WIB

Brebes, Kompas - Sejumlah ruas jalur alternatif di Kabupaten Brebes dan Kota Tegal, Jawa Tengah, masih banyak yang rusak. Padahal, selama ini jalur itu dimanfaatkan sebagai alternatif saat arus mudik Lebaran.

Dari pengamatan Kompas di Brebes, Jumat (29/6), kerusakan antara lain terlihat di ruas Karangsawah-Linggapura di Kecamatan Tonjong, Jatibarang-Brebes, dan Margasari-Pagerbarang. Kerusakan jalur alternatif di Kota Tegal, antara lain terlihat di Jalan Pemuda.

Adapun ruas Karangsawah - Linggapura yang selama ini dimanfaatkan warga untuk menghindari kemacetan di tanjakan Ciregol (antara Tegal-Purwokerto), yang tengah diperbaiki, rusak pada beberapa bagian. Sebagian aspal pada ruas jalan itu terlihat mengelupas.

Teguh (34), warga Karangsawah mengatakan, jalan rusak itu menghambat perjalanan. Karena itu, dia dan warga lainnya berharap agar jalan itu diperbaiki, meskipun bukan menjadi jalur utama arus mudik.

Wasirun (47), warga Pagerbarang, menambahkan, kerusakan pada ruas Jatibarang-Brebes dan Margasari - Pagerbarang mengganggu pengendara. Kerusakan jalan juga rawan menimbulkan kecelakaan lalu lintas, terutama bagi pengendara sepeda motor.

Satibi, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Brebes, menuturkan, selama ini kepadatan arus lalu lintas pada jalan kabupaten tidak terlalu tinggi. Meski demikian, menjelang Lebaran, semua ruas jalan kabupaten yang menghubungkan jalur pantai utara (pantura) dengan jalur provinsi akan dibenahi.

Khaerul Huda, Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika Kota Tegal menambahkan, jalan alternatif yang rusak akan diperbaiki, minimal ditambal agar bisa dipakai saat arus mudik Lebaran. Khusus Jalan Pemuda, Kota Tegal, perbaikan menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi Jateng.

Secara terpisah, dilaporkan kemacetan masih terjadi di lokasi perbaikan jalan di pantura Kabupaten Kendal dan Kota Semarang, Jateng, Jumat. Untuk mengurangi kemacetan itu, jalur alternatif Kendal-Semarang disiapkan dan dibuka.

Dari kota Kendal, jalur alternatif yang disiapkan adalah lewat Kaliwungu-Semarang dan Kaliwungu-Boja-Semarang. Jalur itu untuk menghindari kemacetan di Brangsong, Kendal. Jalan di daerah ini sedang diperbaiki sepanjang 1,2 kilometer (km).

Kemacetan juga mengancam di perbatasan Kendal-Semarang. Kemacetan di perbatasan itu terjadi akibat pembetonan jalan sepanjang 1,5 km. (wie/hen)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau