Pendangkalan sungai

Biaya Pengiriman Barang ke Hulu Kalbar Meningkat

Kompas.com - 30/06/2012, 10:20 WIB

PONTIANAK, KOMPAS.com - Biaya pengiriman berbagai barang dari Kota Pontianak ke wilayah hulu Provinsi Kalimantan Barat pada musim kemarau ini mengalami kenaikan. Kondisi ini terjadi karena angkutan kapal tak bisa menjangkau wilayah hulu akibat pendangkalan Sungai Kapuas.     

Ketua Gabungan Forwarder dan Ekspedisi Indonesia (Gafeksi) Kalimantan Barat Retno Pramudya, Sabtu (30/6/2012) mengatakan, ongkos naik karena pengiriman barang dilanjutkan menggunakan truk.

Biaya pengiriman barang ke Kabupaten Melawi, naik dari Rp 200.000 per ton menjadi Rp 230.000 per ton. Demikian juga dengan pengiriman barang dari Kota Pontianak ke Kabupaten Kapuas Hulu yang naik dari Rp 300.000 per ton menjadi Rp 350.000 per ton.     

"Kapal pengangkut barang hanya bisa Sampai Sanggau. Pedagang di wilayah hulu Kalbar lalu menggunakan truk untuk mengangkut barang sampai wilayah mereka. Itu yang membuat biaya kirim meningkat," kata Retno.     

Peningkatan ongkos kirim itu secara otomatis menyebabkan harga kebutuhan pokok di wilayah hulu Kalbar naik. Sebagai contoh, harga gula putih naik dari Rp 10.000 per kilogram menjadi Rp 14.000 per kilogram, beras naik dari Rp 7.000 per kilogram menjadi Rp 10.000 per kilogram, dan minyak goreng naik dari Rp 12.000 per kilogram menjadi Rp 14.000 per kilogram.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau