Pariwisata

Pulau Belitong Diserbu Wisatawan

Kompas.com - 30/06/2012, 13:40 WIB

BELITUNG, KOMPAS.com — Sekitar 1.000 warga Jakarta dan sekitarnya ramai-ramai berlibur di Pulau Belitong selama dua hari terakhir. Mereka menikmati panorama pantai berpasir putih disertai pesona deretan batu granit.

Ronny, salah satu pemandu wisata di Tanjung Pandan, Pulau Belitong, Sabtu (30/6/2012), mengatakan, membeludaknya wisatawan domestik, terutama dari Jakarta terjadi sejak dua pekan lalu.

"Puluhan perahu yang tersedia, semuanya habis disewa para wisatawan. Bahkan, kami harus mendatangkan lagi perahu nelayan dari desa lain untuk memenuhi permintaan sewa perahu dari wisatawan," kata Ronny.

Di pulau "Laskar Pelangi" itu, para wisatawan mengunjungi sejumlah lokasi, seperti di Pantai Tanjung Tinggi, Tanjung Kelayang, Pulau Burung yang susunan batu granitnya menyerupai kepala burung, Pulau Pasir yang muncul ke permukaan hanya sejak pagi hingga sore, dan Pulau Lengkuas untuk menaiki mercusuar yang tingginya 70 meter, bertingkat 19 dengan 305 anak tangga.

Rita (35), karyawan swasta di Jakarta, mengaku sangat menikmati pesona pantai dan hamparan batu granit di Pulau Belitong. "Anak-anak saya sangat menikmati liburan ke Belitong. Tempat wisatanya keren banget. Misalnya, hamparan batu tak ada di daerah lain. Untuk berfoto pun keren banget," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau