Final Baru Mimpi Awal Italia

Kompas.com - 30/06/2012, 17:13 WIB

WARSAWA, KOMPAS.com - Selalu saja ada yang pertama dalam hidup. Pepatah itu belum juga berlaku buat Jerman. Menghadapi Italia di semifinal Piala Eropa 2012, Kamis (28/6), di Warsawa, Jerman kalah 1-2 meskipun tim asuhan Joachim Loew itu lebih diunggulkan.

Kekalahan itu menambah panjang catatan kelam ”Der Panzer” menjadi kelima kali dalam 10 pertemuan dua negara itu di Piala Dunia dan Piala Eropa sejak tahun 1962. Lima pertemuan lainnya berakhir imbang atau berarti Jerman belum pernah menang atas Italia.

”Ketika Anda bermimpi, Anda selalu bermimpi besar. Namun, pencapaian ke final ini baru awal dari mimpi itu,” kata Pelatih Italia Cesare Prandelli dalam pertemuan dengan media setelah menang atas Jerman 2-1.

Mimpi Italia selanjutnya adalah memenangi pertandingan final melawan Spanyol yang berlangsung di Stadion Olimpiade, Kiev, Ukraina, Minggu (1/7/2012).

Meski menang, Prandelli mengaku sempat merasa tidak nyaman terutama setelah gelandang Jerman, Mesut Oezil, berhasil melesakkan gol dari titik putih penalti pada tambahan waktu babak kedua. Dia sangat bersyukur, Jerman gagal menambah gol sehingga tidak dilakukan babak pertambahan waktu. Tekanan Jerman di menit-menit akhir sungguh luar biasa.

”Kalau saja terjadi perpanjangan waktu, kami dapat saja kalah 2-5 karena kami sudah terlalu capek. Pemain kami telah mengeluarkan segalanya untuk menjaga semua pemain Jerman yang berkerumun (di wilayah kotak penalti Italia) guna mengamankan kemenangan,” ujar Prandelli.

Sebaliknya, Pelatih Jerman Joachim Loew mengakui, kekalahan dari Italia menorehkan kekecewaan mendalam buat timnya dan seluruh pendukung Jerman. Semua pemain telah berjuang, menunjukkan dedikasi yang luar biasa, tetapi hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan.

”Jelas kami kecewa. Namun, rasanya tidak ada alasan sama sekali untuk mempertanyakan (penyebab) kegagalan itu,” ujar Loew singkat.

Koran Die Welt, Jerman, tidak terlalu mengecam mengenai kegagalan di Piala Eropa 2012. Namun, mereka menurunkan judul ”Loew Menerapkan Taktik Salah Menghadapi Italia”. (AP/REUTERS)

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau