Ivanovic sebelumnya mendapat kritik pedas, dinilai sebagai pemain yang tidak punya mental juara. Setelah menjadi juara di Perancis Terbuka 2008 dan menyandang predikat pemain nomor satu dunia, performa Ivanovic tak pernah konsisten. Cedera juga menjadi hambatan.
Petenis berusia 24 tahun ini juga punya rekor yang kurang memuaskan di turnamen grand slam. Dari 17 kali penampilannya di turnamen grand slam sejak juara di Paris, Ivanovic tidak pernah mampu lagi menembus putaran keempat atau perdelapan final.
Kehadiran Ivanovic di All England Club tahun ini pun oleh para pengkritiknya hanya dianggap sebagai pelengkap. Prestasi tertinggi Ivanovic di Wimbledon sepanjang kariernya adalah babak semifinal, yaitu pada 2007.
Namun, Sabtu sore, Ivanovic benar-benar memperlihatkan kecantikannya. Kecantikan permainan groundstroke dengan penempatan bola yang cermat, yang mematahkan perlawanan Goerges yang juga cantik.
Sempat kalah 3-6 di set pertama, Ivanovic bisa memperbaiki kinerjanya di lapangan rumput nan hijau. Dia mendapat momentum saat mematahkan servis lawannya di gim kelima yang membuatnya unggul 3-2. Setelah itu, Ivanovic menambah keunggulan 4-2 dan sekali lagi membuat break point untuk menutup kemenangan 6-3 di set kedua.
Pada set ketiga, Ivanovic sudah sangat percaya diri. Mentalnya cukup stabil untuk menghadapi perlawanan Goerges dan menutup set ketiga dengan senyum mengembang setelah menang 6-4.
Ivanonic pun menyentuh babak perdelapan final pertamanya sejak Perancis Terbuka 2008. Untuk mencapai partai puncak, dia harus berjuang tiga laga lagi. Untuk pertandingan berikutnya, Ivanovic menghadapi unggulan kedua Victoria Azarenka yang mengalahkan Jana Cepelova, 6-3, 6-3.
Sementara itu, juara bertahan Petra Kvitova melaju ke perdelapan final dengan sangat mudah. Petenis asal Ceko tersebut hanya butuh waktu 53 menit untuk memastikan kemenangan 6-1, 6-0 atas Varvara Lepchenko.
”Saya bermain bagus hari ini, lebih baik dibandingkan babak sebelumnya. Saya juga semakin percaya diri,” kata Kvitova seusai pertandingan.
Duel menegangkan terjadi antara petenis Amerika Serikat Serena Williams dan petenis China, Zheng Jie. Setelah bertarung selama 2 jam 28 menit, Serena yang tampil sebagai pemenang dengan 6-7, 6-2, 9-7.
Serena sampai berjingkrak-jingkrak kegirangan ketika Zheng Jie gagal mengembalikan pukulan backhand-nya. Serena, yang mencatat prestasi fenomenal satu dekade lalu dengan menjuarai empat turnamen grand slam berturut-turut dan menjadi pemuncak dunia, masih bisa menunjukkan sisa kejayaannya.
Walau tidak segalak sepuluh tahun lalu, Serena masih punya senjata andalan servis keras. Tercatat dia membuat 23 as, sedangkan lawannya hanya satu.