Ana Ivanovic Menjawab Kritik

Kompas.com - 01/07/2012, 02:00 WIB

London, Sabtu - Mantan pemuncak dunia Ana Ivanovic memberi respons yang sempurna kepada para pengkritiknya. Petenis muda nan jelita asal Serbia itu melangkah ke perdelapan final turnamen klasik Wimbledon dengan mengalahkan petenis Jerman, Julia Goerges 3-6, 6-3, 6-4, Sabtu (30/6).

Ivanovic sebelumnya mendapat kritik pedas, dinilai sebagai pemain yang tidak punya mental juara. Setelah menjadi juara di Perancis Terbuka 2008 dan menyandang predikat pemain nomor satu dunia, performa Ivanovic tak pernah konsisten. Cedera juga menjadi hambatan.

Petenis berusia 24 tahun ini juga punya rekor yang kurang memuaskan di turnamen grand slam. Dari 17 kali penampilannya di turnamen grand slam sejak juara di Paris, Ivanovic tidak pernah mampu lagi menembus putaran keempat atau perdelapan final.

Kehadiran Ivanovic di All England Club tahun ini pun oleh para pengkritiknya hanya dianggap sebagai pelengkap. Prestasi tertinggi Ivanovic di Wimbledon sepanjang kariernya adalah babak semifinal, yaitu pada 2007.

Namun, Sabtu sore, Ivanovic benar-benar memperlihatkan kecantikannya. Kecantikan permainan groundstroke dengan penempatan bola yang cermat, yang mematahkan perlawanan Goerges yang juga cantik.

Sempat kalah 3-6 di set pertama, Ivanovic bisa memperbaiki kinerjanya di lapangan rumput nan hijau. Dia mendapat momentum saat mematahkan servis lawannya di gim kelima yang membuatnya unggul 3-2. Setelah itu, Ivanovic menambah keunggulan 4-2 dan sekali lagi membuat break point untuk menutup kemenangan 6-3 di set kedua.

Pada set ketiga, Ivanovic sudah sangat percaya diri. Mentalnya cukup stabil untuk menghadapi perlawanan Goerges dan menutup set ketiga dengan senyum mengembang setelah menang 6-4.

Ivanonic pun menyentuh babak perdelapan final pertamanya sejak Perancis Terbuka 2008. Untuk mencapai partai puncak, dia harus berjuang tiga laga lagi. Untuk pertandingan berikutnya, Ivanovic menghadapi unggulan kedua Victoria Azarenka yang mengalahkan Jana Cepelova, 6-3, 6-3.

Sementara itu, juara bertahan Petra Kvitova melaju ke perdelapan final dengan sangat mudah. Petenis asal Ceko tersebut hanya butuh waktu 53 menit untuk memastikan kemenangan 6-1, 6-0 atas Varvara Lepchenko. Pada laga berikutnya, Kvitova akan menjumpai juara Perancis Terbuka 2010, Francesca Schiavone.

”Saya bermain bagus hari ini, lebih baik dibandingkan babak sebelumnya. Saya juga semakin percaya diri,” kata Kvitova seusai pertandingan.

Serena menang

Duel menegangkan terjadi antara petenis Amerika Serikat Serena Williams dan petenis China, Zheng Jie. Setelah bertarung selama 2 jam 28 menit, Serena yang tampil sebagai pemenang dengan 6-7, 6-2, 9-7.

Serena sampai berjingkrak-jingkrak kegirangan ketika Zheng Jie gagal mengembalikan pukulan backhand-nya. Serena, yang mencatat prestasi fenomenal satu dekade lalu dengan menjuarai empat turnamen grand slam berturut-turut dan menjadi pemuncak dunia, masih bisa menunjukkan sisa kejayaannya.

Walau tidak segalak sepuluh tahun lalu, Serena masih punya senjata andalan servis keras. Tercatat dia membuat 23 as, sedangkan lawannya hanya satu.

(REUTERS/AFP/OTW)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau