Jakarta 1

Massa Hidayat-Didik Penuhi Jalan Rasuna Said

Kompas.com - 01/07/2012, 10:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon Gubernur DKI Jakarta Hidayat Nur Wahid dan calon Wakil Gubernur DKI Didik J Rahbini, menyelenggarakan kampanye terbuka di Stadion Soemantri Brojonegoro, Jakarta Selatan, Minggu (1/7/2012). Sejumlah pelanggaran dilakukan peserta kampanye di luar area kampanye.

Berdasarkan pantauan Kompas.com, massa Hidayat-Didik telah memenuhi Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan di kedua arah, sejak pukul 08.00 WIB. Massa Hidayat-Didik datang menggunakan berbagai moda transportasi, mulai sepeda motor, kendaraan pribadi, hingga bus metro mini yang ditempeli berbagai poster, spanduk dan bendera. Bahkan, banyak juga yang datang ke lokasi kampanye dengan berjalan kaki.

Selain itu, massa juga menyanyikan yel-yel pendukung pasangan bernomor urut empat itu. "Ayo beresin Jakarta," teriak salah seorang peserta dari dalam bus. Seluruh aktifitas tersebut pun membuat arus lalu lintas tersendat.

Beberapa pelanggaran yang terlihat, antara lain, banyak pengendara sepeda motor tidak memakai helm. Begitu juga peserta kampanye yang menggunakan bus metromini, banyak di antara mereka bergantung di bagian belakang bus tanpa memerhatikan keselamatan. Bahkan, di antara rombongan, banyak yang mengikutsertakan anak-anaknya dalam penyampaian visi misi pasangan tersebut.

Di sepanjang jalan tersebut, tak tampak aparat yang melakukan penjagaan. Hanya terdapat sekitar tiga anggota Brimob yang bertugas di depan Kedutaan Besar Australia, tampak memantau perilaku peserta kampanye. Akibat sepi penjagaan, banyak peserta kampanye yang menerobos jalur transjakarta sehingga semakin menambah kesemerawutan.

Rencananya, acara tersebut akan berlangsung dari pukul 08.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB. Panitia menyiapkan empat panggung di luar stadion untuk menampung massa yang tidak dapat masuk. Media Centre Hidayat-Didik menyebutkan, beberapa tokoh nasional akan menyampaikan orasi, yaitu Presiden Partai Keadilan Sejahtera Luthfi Hasan Ishaaq, Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring, tokoh Partai Amanat Nasional AM Fatwa, pimpinan Pondok Pesantren Tebuireng Jombang Shalahuddin Wahid (Gus Sholah), dan Inke Maris.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau