Demikian disampaikan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie saat pendeklarasian dirinya sebagai calon presiden dari Partai Golkar di Pemilu 2014. Selain fungsionaris Partai Golkar, acara yang digelar di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Minggu (1/7), ini juga dihadiri, antara lain, oleh Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum. Adapun karangan bunga berisi ucapan selamat dari Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri terlihat di lokasi acara.
”Sebagai sesama ketua umum partai, saya hadir untuk mengucapkan selamat kepada Pak Aburizal yang hari ini mendeklarasikan dirinya sebagai capres. Saya ucapkan selamat, dan selamat berjuang,” kata Anas sebelum memasuki lokasi acara deklarasi.
Kemeriahan terpancar dari acara deklarasi yang dihadiri belasan ribu orang ini. Tepuk
Namun, sejumlah peserta deklarasi terlihat mulai meninggalkan tempat duduk ketika pertunjukan drama musikal tersebut berakhir dan disusul dengan acara seperti pembacaan deklarasi 1 Juli yang menegaskan Aburizal sebagai capres dari Golkar. Deklarasi itu dibacakan oleh Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Golkar Jawa Barat Irianto MS Syaifuddin, didampingi 32 ketua DPD I Golkar, unsur pimpinan ormas yang didirikan dan
Setelah itu, Aburizal menyampaikan pidato deklarasi. Dalam pidatonya, Aburizal antara lain mengatakan, membuat janji dengan seribu kembang kata-kata bukanlah hal yang sulit. Namun, tantangan terbesar seorang pemimpin adalah mewujudkan kata menjadi perbuatan, serta menjaga satunya kata dan perbuatan. Dan, salah satu tugas terpenting presiden adalah menjadi nakhoda yang memberikan arah bagi kapal besar Republik Indonesia, serta memastikan kapal tersebut berjalan menuju arah yang dituju.
J Kristiadi dari Centre for Strategic and International Studies menuturkan, pidato Aburizal tersebut dapat dilihat sebagai sindiran terhadap pihak lain. Akan tetapi, di saat yang sama, pidato itu juga dapat dilihat hanya sebagai retorika yang dapat berbalik menyerang Aburizal. Pasalnya, ada sejumlah janji Aburizal untuk partainya yang belum dipenuhi, misalnya memberikan dana abadi Rp 1 triliun dan membangun kantor Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar di kawasan Slipi, Jakarta, menjadi gedung bertingkat.
”Rakyat sudah semakin cerdas untuk menilai, mana pernyataan yang hanya retorika dan mana yang benar-benar bermakna. Kini juga semakin disadari, perjuangan menegakkan kekuasaan yang benar tidak ubahnya dengan perjuangan melawan lupa,” tambah Kristiadi.
Sementara itu, menjawab pertanyaan wartawan di Yogyakarta, kemarin, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sultan Hamengku Buwono X belum bersedia diusulkan sebagai calon wakil presiden mendampingi Aburizal Bakrie.
”Jangan dululah, masih terlalu dini. Saya belum bersedia (dicalonkan),” kata Sultan.
Terkait pengukuhan Aburizal sebagai capres, Sultan sebagai kader Partai Golkar menyatakan setuju. ”Bagi saya, pencalonan itu tidak masalah. Silakan saja kalau memang itu menjadi keputusan partai. Perkara menang atau kalah rakyat sendirilah yang akan memilih,” katanya.
Di Yogyakarta, dukungan pencalonan Sultan sebagai cawapres mulai terlihat, salah satunya di perempatan Gramedia, Jalan Suroto, Kotabaru. Dua buah baliho besar bergambar Aburizal sebagai capres dan Sultan sebagai cawapres terpampang di depan kantor DPD Partai Golkar DI Yogyakarta.
Ketua DPD Partai Golkar DI Yogyakarta Gandung Pardiman mengatakan, pihaknya sepakat untuk mengusung Sultan sebagai pendamping Aburizal dalam Pemilu Presiden 2014.
”Sultan kami pilih karena beliau adalah sosok kuat dari Pulau Jawa dan terbukti memiliki filosofi kenegarawanan,” paparnya.