Pameran

Teknologi, UKM, dan Gelora China

Kompas.com - 02/07/2012, 04:28 WIB

Chengdu, ibu kota Provinsi Sichuan, China, menggelar Konferensi dan Pameran Teknologi Perusahaan Skala Kecil dan Menengah pada 22-24 Juni. Kegiatan dua tahunan yang merupakan bagian dari agenda Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (Asia Pacific Economic Cooperation) itu telah menginjak kali ke-7.

Delegasi Indonesia yang dipimpin Ketua Dewan Perwakilan Daerah Irman Gusman hadir atas undangan panitia acara dan pemerintah setempat.

Konferensi dan Pameran Teknologi Perusahaan Skala Kecil dan Menengah Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) Ke-7 bertema ”Teknologi Mendorong Ekonomi, Kerja Sama Menciptakan Masa Depan”.

Sekitar 1.500 perusahaan ikut ambil bagian, mulai dari perusahaan makanan, kerajinan, elektronik, hingga teknologi industri. Mayoritas peserta berasal dari China. Indonesia absen.

Menteri Industri dan Teknologi Informasi China Miao Wei dalam sambutan pembukaan menyatakan, Pemerintah China menaruh perhatian serius dan mendukung penuh perkembangan usaha kecil dan menengah (UKM).

Di mata Pemerintah China, UKM penting dan akan semakin penting dalam mendorong pembangunan ekonomi nasional.

Sebagai gambaran, pada 2011 UKM menyumbang 78,6 persen pertumbuhan industri dan 46,7 persen produk domestik bruto di Provinsi Sichuan.

Meningkat

Dalam rencana pembangunan lima tahun ke-12, Pemerintah China berniat meningkatkan dua kali lipat rencana awal menyediakan lingkungan dan kondisi yang lebih baik bagi pertumbuhan UKM.

Globalisasi, diakui Miao, memberikan persoalan kepada UKM. Dalam konteks ini, daya saing menjadi kunci yang bisa mengubah persoalan globalisasi menjadi peluang bisnis dan teknologi adalah salah satu kunci suksesnya.

Kesadaran Pemerintah China akan pentingnya teknologi guna mendukung UKM yang pada akhirnya meningkatkan daya saing nasional diwujudkan secara konkret, di antaranya adalah dengan pembangunan Chengdu Hi-Tech Zone sebagai salah satu pusat riset dan pengembangan teknologi di China.

Sebanyak 23.000 perusahaan disebutkan sudah terdaftar di Chengdu Hi-Tech Zone yang total arealnya direncanakan seluas 130 kilometer persegi.

Irman Gusman menyatakan, di Indonesia, dengan era otonomi daerah, UKM harus menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Namun, perhatian pemerintah masih kurang maksimal sehingga persoalan klasik menyangkut permodalan pun masih menggema.

Di tengah derasnya globalisasi, Irman menegaskan, UKM tidak bisa dibiarkan sendiri. Campur tangan pemerintah mutlak dibutuhkan.

Hal itu tidak saja sebatas pada kebijakan melonggarkan akses bantuan permodalan bagi UKM, tetapi juga pengembangan teknologi sebagaimana dilakukan Pemerintah China.

(FX LAKSANA AGUNG SAPUTRA)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau