Penjarahan Minyak Mentah Makin Marak

Kompas.com - 02/07/2012, 15:35 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Aksi penjarahan minyak mentah di jalur pipa Tempino-Plaju di Jambi dan Sumatera Selatan makin marak. Kerugian yang terjadi dalam dua bulan terakhir mencapai 98.000 barrel minyak mentah.

Dengan rincian, khusus pada Mei 2012 mencapai 39.000 barrel minyak mentah. Sedangkan pada Juni 2012, kerugian meningkat menjadi lebih dari 59.000 barel dalam satu bulan itu. 

"Kami menyayangkan, pelaporan yang disampaikan pada penegak hukum atas sejumlah peristiwa kriminal itu belum ada tindakan kongkrit sehingga tidak ada efek jera. Salah satu buktinya adalah, angka kerugian akibat penjarahan di jalur Tempino-Plaju, justru meningkat setiap bulan," kata Manager Humas Pertamina EP Agus Amperianto, Senin (2/7/2012), di Jakarta. 

Menurut Agus Amperianto, aksi penjarahan itu merugikan negara. Oleh karena, hilangnya potensi pendapatan negara dari sisi produksi minyak mentah yang diamanatkan pemerintah melalui Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Migas kepada Pertamina EP.   Aksi kriminal semakin marak terjadi di daerah operasi minyak dan gas bumi Pertamina EP khususnya di Sumatera Selatan dan Jambi. Tindakan kriminal yang dilakukan terhadap personil dan aset perusahaan telah mengakibatkan kerugian puluhan miliar rupiah. 

Tindakan kriminal yang terjadi antara lain, penjarahan minyak mentah, perampokan aset, sabotase, hingga kejahatan dengan kekerasan. Kasus kriminal itu banyak terjadi di daerah operasi Pertamina EP Region Sumatera dan Jambi.

Kerugian yang terjadi di dua wilayah itu secara kumulatif lebih dari 100.000 barel. Selain itu, kegiatan operasi menjadi terhambat karena aset hilang dan rusak, pencemaran lingkungan dan bahaya kebakaran.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau