JAKARTA, KOMPAS.com - SMAN Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) 8 Jakarta melakukan tindakan proaktif dengan mendatangi SMP-SMP negeri untuk mencari siswa kurang mampu. Hal ini dilakukan untuk memenuhi 20 persen siswa kurang mampu untuk bisa sekolah di RSBI.
"Tahun ini jemput bola, sebelumnya kan enggak ada kampanye semacam itu kan. Kita apa adanya aja," kata Ahmad Yani, humas SMAN 8 Jakarta di Jakarta, Selasa (2/7/2012).
Yani melanjutkan, sejak tahun 2012-2013, SMAN 8 telah melakukan roadshow ke SMP yang menjadi pemasok siswa SMAN 8. Sosialisasi tersebut dilakukan dengan cara mendatangi SMP, terutama sekolah-sekolah negeri. Sosialisasi tersebut berisi penjelasan RSBI yang menerima siswa tidak mampu.
"Karena kita kan tidak tes berdasarkan kemampuan ekonomi. Tes hanya melihat kemampuan akademik saja," tambah Yani.
Yani mengungkapkan, untuk tahun 2012, mereka belum mengetahui kondisi ekonomi siswa yang diterima. Pihak sekolah belum tahu karena siswa belum malakukan pengisian data, sehingga pihak sekolah belum melihat kondisi statistik siswa tahun ajar 2012-2013. Data terkumpul biasanya sekitar bulan Juli.
Untuk tahun ajar 2011-2012, Yani mengatakan, SMAN 8 Jakarta baru bisa mencapai 13-14 persen dari total keseluruhan 20 persen. Tetapi tahun ini, pihak sekolah menginformasikan secara lebih luas. Pihak sekolah berharap agar image RSBI tidak melekat sebagai sekolah khusus orang kaya.
"Dari dulu orang miskin juga sekolah di sini sebelum label RSBI muncul. Kita tidak pernah membedakan status ekonomi," ungkap Yani.
Yani menjelaskan, 20 persen ketentuan orang tidak mampu di RSBI bisa mendapat pengurangan biaya atau dibebaskan semua biayanya dengan mengajukan surat permohonan. Untuk tahun 2012 ini, kemungkin mengalami peningkatan siswa kurang mampu yang diterima. Hal ini terjadi karena ada sosialisasi yang sangat luas.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang