Jakarta, Kompas
Sesaat sebelum bertolak ke Darwin, Senin pagi, Presiden Yudhoyono menyatakan, Indonesia memiliki fokus pembahasan kerja sama ekonomi dengan Australia, terutama dalam pengembangan peternakan sapi dan pembangunan infrastruktur di kawasan Indonesia timur.
”Kerja sama di bidang peternakan ini penting. Kebutuhan komoditas sapi di Indonesia dari tahun ke tahun terus meningkat. Kita membeli sapi dari Australia. Dalam jangka panjang, tentu kerangka kerja sama ini tidak sesuai dengan strategi kita untuk membangun ketahanan pangan. Saya menyampaikan, di samping perdagangan sapi, saya juga mengajak agar ada kerja sama investasi untuk pengembangan industri ternak di Indonesia,” kata Presiden Yudhoyono.
Potensi pengembangan peternakan sapi di Indonesia ada di Nusa Tengara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Papua Barat.
Selain pengembangan ternak sapi, Indonesia juga mengundang Australia untuk berinvestasi dalam proyek pembangunan infrastruktur di luar minyak dan gas, khususnya di kawasan Indonesia bagian timur. Dalam rangkaian kunjungan kerja Presiden Yudhoyono di Darwin tersebut juga ditandatangani kerja sama hibah lima pesawat Hercules C-130 dari Australia kepada Indonesia.
Dalam kunjungannya ke Australia kali ini, Presiden didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko Suyanto, Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Radjasa, Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi, Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, dan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro. Selain itu, Presiden juga didampingi Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan, Sekretaris Kabinet Dipo Alam, Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono, dan Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal Imam Sufaat.
Empat gubernur juga turut dalam rombongan Presiden, yakni Gubernur Papua Barat Abraham O Atururi, Gubernur Bali Made Mangku Pastika, Gubernur NTB M Zainul Majdi, dan Gubernur NTT Frans Lebu Raya. Sejumlah anggota DPR dan pengusaha Indonesia turut melengkapi rombongan Presiden tersebut.
Terkait rencana investasi Australia dalam peternakan sapi di Indonesia, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Syukur Iwantoro mengatakan, sampai saat ini belum ada realisasinya.
Staf Khusus Presiden Bidang Pangan dan Energi Jusuf mengatakan, kunjungan Presiden ke Australia salah satunya untuk membicarakan tindak lanjut rencana Australia berinvestasi dalam industri peternakan sapi di Indonesia, terutama dalam industri perbibitan.