Enam Inovator Remaja Raih Penghargaan Dunia

Kompas.com - 03/07/2012, 04:52 WIB

Jakarta, Kompas - Linus Nara Pradhana, siswa kelas I SMP Petra, Surabaya, penemu karya ilmiah helm berpendingin air, meraih medali emas pada International Exhibition for Young Inventors di Bangkok, Thailand, 28-30 Juni 2012.

Selain itu, medali emas juga diraih Hermawan Maulana dan Zihramna Afidi, siswa kelas II SMA Negeri 3 Semarang, atas karya pemisah karbon dan oksigen di ruang merokok.

Sebanyak enam invensi atau temuan dari sembilan remaja Indonesia diikutkan dalam kompetisi yang diikuti sembilan negara tersebut. Mereka para pemenang dan finalis kompetisi National Young Inventors Awards (NYIA) 2011 yang diselenggarakan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

”Keikutsertaan kompetisi di Bangkok sepenuhnya disponsori LIPI juga,” kata Kepala Biro Kerja Sama dan Pemasyarakatan Iptek LIPI Bogie Soedjatmiko Eko Tjahjono, Senin (2/7) petang, setiba bersama rombongan di Jakarta.

Bogie mengatakan, prestasi yang mereka capai menunjukkan Indonesia memiliki remaja yang berkualitas di tingkat dunia.

Ia menjelaskan, selain ke Bangkok, LIPI tahun ini juga mengirimkan tiga kontingen ke sejumlah ajang ilmiah remaja luar negeri. Semuanya telah kembali dengan mendapatkan beberapa penghargaan pula.

Di Bangkok, dua karya invensi yang mendapat penghargaan medali emas itu diberi judul ”Water-coated Helmet” karya Linus dan ”Carbofil Application for Carbon-Oxygen Separation in Smoking Room” karya Hermawan Maulana dan Zihramna Afdi.

”Linus Nara Pradhana juga mendapatkan penghargaan kategori Special Award,” kata Bogie.

Penghargaan lain

Sebanyak dua invensi mendapat medali perunggu, yaitu ”Edges Shoes” karya Muhammad Luqman dan Fishal Fuad Rahman, siswa SMA Negeri 2 Yogyakarta. Kemudian karya ”Braille Glass” oleh Nadya Almas Luthfiahardha Arief, siswa kelas VI SD Muhammadiyah Manyar, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

Dua karya lain yang mendapat penghargaan Special Award meliputi ”Minimulticommander” oleh Dini Esfandiari dan Shofi Delaila Herdi, siswa SMA Semesta, Semarang.

Penghargaan serupa diberikan untuk ”Jaritmatika Game” karya bersama Nur Chabibur Rohim, Muhammad Asrori, dan Risang Yogardi, siswa SMK Negeri 1 Tengaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Kepala Pusat Inovasi LIPI Bambang Subiyanto mengatakan, temuan para remaja itu dapat dijadikan inovasi yang bernilai ekonomi. ”Tentunya harus dipatenkan dulu,” katanya.

Setelah itu dibuat paket informasi teknologi yang siap ditawarkan kepada industri setelah diketahui investasi dan produksinya. (SEM/NAW)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau