Pendidikan

SMA RSBI Tak Pusingkan Polemik

Kompas.com - 03/07/2012, 13:21 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Lembaga swadaya masyarakat dan sejumlah elemen masyarakat sipil beberapa waktu lalu mengajukan gugatan judicial review ke Mahkamah Konstitusi terkait pasal yang mengatur status sekolah Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI). Ada pula tuntutan agar RSBI dikembalikan menjadi Sekolah Standar Nasional (SSN). Bagaimana tanggapa sekolah RSBI?

Humas SMA 8 Jakarta (SMA RSBI), Ahmad Yani mengatakan, meski polemik bergulir, pihaknya lebih mementingkan untuk mempertahankan reputasi kecerdasan siswa dari pada membahas polemik mengenai RSBI.

"SMA 8 tinggal melaksanakan kebijakan saja. Silahkan saja putuskan yang lebih baik, kami akan laksanakan," ujar Yani, di Jakarta, Senin (2/7/2012).

Yani menambahkan, apa pun yang diputuskan pemerintah, baik menggunakan status RSBI atau Sekolah Standar Nasional (SSN), SMA 8 akan mengikuti prosedur yang ditetapkan oleh pemerintah.

Menurut Yani, perbedaan pendapat mengenai RSBI tidak lepas dari perhatian masyarakat terhadap dunia pendidikan. Ia melihat, SMA 8 telah melakukan prosedur yang sesuai dengan panduan pemerintah dan peraturan gubernur mengenai RSBI.

"Jadi, pihak sekolah tidak khawatir dengan keputusan pemerintah mengenai RSBI," ujarnya.

Dijumpai terpisah, Kepala Sekolah SMAN 68 RSBI Jakarta, Pono Fadlulloh mengatakan, perubahan status boleh saja dilakukan oleh pemerintah. Dengan catatan, ketentuannya jelas.

"Kalau SMA 68 kan dari dulu sudah unggulan, jadi kalau masyarakat masih suka, walau pun kami RSBI atau bukan, masyarakat akan tetap mempercayakan anaknya untuk sekolah disini," kata Pono.

Sebelumnya, Indonesia Corruption Watch (ICW) meminta pemerintah mengembalikan status sekolah RSBI menjadi SSN dengan tujuan agar sekolah tidak dapat memungut biaya kepada orangtua siswa karena sudah mendapatkan dana pemerintah.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau