Tak Ada Perubahan Signifikan dalam RUU Pendidikan Tinggi

Kompas.com - 03/07/2012, 15:06 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh menegaskan, tak ada perubahan signifikan dalam Rancangan Undang-Undang Pendidikan Tinggi (RUU-PT). Hal itu dikatakannya sesaat setelah menggelar rapat kerja bersama Komisi X DPR, Selasa (3/7/2012), di Gedung DPR, Jakarta.

"Tak ada perubahan yang signifikan, tapi lebih menekankan pada hal-hal yang sangat teknis," kata Nuh.

Nuh menjelaskan, berdasarkan draf RUU-PT terakhir, 26 Juni 2012, ada beberapa pasal dan ayat yang dinilainya tidak perlu diatur dalam RUU-PT. Misalnya, mengenai ijazah. Nuh beranggapan, RUU-PT hanya perlu mencantumkan sedikit jika aturan main mengeluarkan ijazah akan diatur selanjutnya oleh Peraturan Pemerintah (PP) ataupun Peraturan Menteri (Permen).

"Di amanahnya juga diatur dalam PP atau Permen, karena itu tak perlu secara rinci diatur dalam RUU-PT, hanya kita kasih cantolannya saja agar dalam RUU tersebut tidak terlalu banyak ayat," jelasnya.

Jadi, lanjut Nuh, RUU-PT hanya mengatur pendidikan tinggi secara garis besar. Pada prinsipnya, hal-hal yang sifatnya sangat teknis akan diatur dalam PP dan Permen. "UU itu hanya mengatur falsafah atau konsep besarnya saja. Sisanya bisa diatur dalam PP dan Permen," kata Nuh.

Seperti diberitakan sebelumnya, pengesahan RUU-PT terus diundur ada sejumlah materi yang direvisi, baik oleh DPR, mau pun oleh pemerintah sendiri. Setelah draf pada 4 April 2012, RUU ini kemudian disempurnakan pada 26 Juni 2012. Terakhir, DPR dan pemerintah optimistis RUU-PT dapat disahkan pada pekan kedua bulan Juli 2012.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau