Alya Rohali: Enggak Mungkin Golput

Kompas.com - 03/07/2012, 15:20 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com -- Pembawa acara dan bintang sinetron, Alya Rohali (35), menyadari sebagai warga Jakarta, suara hak pilihnya sangatlah penting. Untuk itu, Puteri Indonesia 1996 ini tidak akan menyia-nyiakan suaranya dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta nanti.

"Pastinya nyoblos lah, enggak mungkin golput. Saya merasa tanggung jawab sebagai warga DKI yang masih punya harapan untuk perkembangan DKI Jakarta," ucapnya saat dihubungi wartawan di Jakarta, Selasa (3/7/2012).

Sebagai warga Jakarta, ia tentu berharap persoalan seperti macet, kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat) bisa ditangani oleh pemimpin yang terpilih nanti. Masalah yang belum terpecahkan lainnya, yakni banjir dan aksi tawuran, diharapkan pula bisa diminimalisasi oleh pemimpin Jakarta ke depan.

Persoalan siapa yang akan memimpin Jakarta ke depan, Alya tentu saja menyerahkan sepenuhnya kepada warga Jakarta. Nah, kepada siapa Alya akan menyumbangkan suaranya? Untuk urusan yang satu ini, Alya punya jawaban sendiri.  "Memang saya dekat dengan Pak Foke semenjak saya di Abang None. Waktu itu dia masih jadi Kepala Dinas Pariwisata. Saya tahu kapasitas dia yang mumpuni sebagai pemimpin," tutupnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau