Tubuh Bugar dan Ideal ala Polwan

Kompas.com - 03/07/2012, 15:50 WIB

KOMPAS.com - Profesi Polisi Wanita (Polwan) dipilih tiga perempuan muda ini atas keinginannya sendiri karena merasa terinspirasi. Para Polwan menjalani tugas, tanggung jawab, juga perlakuan yang sama seperti anggota kepolisian lain, termasuk dalam latihan fisik. Latihan fisik menjadi rutinitas yang dilakukan dengan kedisiplinan. Tujuannya menjaga vitalitas tubuh, agar tak hanya sehat tapi juga fit, dengan tubuh ideal sebagai bonusnya.

Kunci memiliki tubuh sehat, fit, dan ideal adalah kedisiplinan melakukan latihan fisik secara rutin. Inilah yang dilakukan Brigadir Hanna, Bripda Pularwati, dan Brigadir Avvy Olivia. Tentunya Anda tak harus mengadopsi penuh cara mereka berlatih fisik. Namun, Anda bisa meniru kedisiplinan dan bentuk latihan yang sebenarnya bisa dilakukan siapa saja untuk mendapatkan tubuh sehat, fit, dan ideal.

Lari pagi menjadi latihan fisik rutin para Polwan yang berasal dari divisi berbeda ini. Brigadir Avvy dari divisi Polisi Lalu Lintas melakukan lari pagi selama satu jam sekitar pukul 05.00 - 06.00.

Lain lagi dengan Brigadir Hanna, pramugari dari divisi Polisi Udara. Ia rutin jogging 30 menit setiap Senin, selain melakukan olahraga lain secara pribadi bersama anaknya yang berusia 4,5 tahun. "Anak saya suka berlatih inline skate, dan saya pun sering melakukannya bersama," tuturnya kepada Kompas Female di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Lain lagi dengan Bripda Pularwati. Perempuan berusia 23 tahun yang bekerja di Korps Brimob Polri ini punya pola latihan yang lebih berat. Setiap Selasa dan Jumat ia rutin lari pagi selama dua jam, mulai pukul 05.00. Ditambah latihan bela diri rutin bersama satuannya.

Namun perempuan yang sedang melanjutkan pendidikan tinggi di salah satu universitas swasta ini menambah porsi latihannya. "Selain rutin lari pagi dan bela diri, saya melakukan aerobik seminggu sekali, atau berenang," kata perempuan dengan tinggi badan 160 cm dan berat badan 58 kg ini.

Menurut Pular, pola latihan rutin yang dibarengi kedisiplinan ini bisa diadopsi siapa pun yang ingin memiliki tubuh bugar. Memiliki badan ideal menjadi bonusnya, tujuan utamanya lebih kepada menjaga kebugaran. Pular mengatakan, dengan rutin lari tubuh tak hanya menjadi bugar, tetapi berat badan juga bisa turun.

"Teman baik saya mengadopsi pola latihan yang saya jalankan, terutama untuk lari, dan saya terkadang ikut lari bersamanya. Ia berhasil menurunkan berat badan, dengan rutin dan disiplin lari," tutupnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau