JAKARTA, KOMPAS.com - Dua organisasi massa yakni Forum Betawi Rempug (FBR) dan Pemuda Pancasila (PP) saling serang di kawasan Jakarta Selatan, Jakarta Barat, dan Tangerang Selatan beberapa waktu lalu. Masyarakat pun banyak dirugikan akibat perseteruan dua ormas itu.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, mengatakan akar persoalannya adalah kemauan dari tingkat atas ke jajaran di bawah ormas itu untuk menciptakan kedamaian. Para pengurus ormas diminta memperlihatkan kejujurannya mengungkapkan kesalahan anggotanya, dan bukannya menutup-nutupi.
"Kalau tidak ada yang terlibat secara sungguh-sungguh, tidak bisa. Kami butuh ormas menunjukkan kejujuran dan niat menertibkan anggotanya," ungkap Rikwanto, Selasa (3/7/2012), di Mapolda Metro Jaya.
Rikwanto mengatakan, sejumlah kesepakatan kerap dilakukan dengan dimediasi aparat kepolisian hingga tingkat Polsek. Namun, permasalahannya terkadang pimpinan ormas tidak mengakui bahwa yang melakukan penyerangan adalah anak buahnya sendiri.
"Jangan lempar tanggung jawab seolah-olah itu bukan anggota ormas kami. Padahal lihat dari KTA (kartu tanda anggota), lihat dia bergaul cuma dari pakaian saja sudah terlihat," tukas Rikwanto.
"Pertanyaannya sekarang, sudahkah para pemimpin ormas membenahi dan berikan arahan agar tidak ada kekerasan?" tambahnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang