Aksi Saling Serang, Ormas Diminta Jujur

Kompas.com - 03/07/2012, 18:06 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Dua organisasi massa yakni Forum Betawi Rempug (FBR) dan Pemuda Pancasila (PP) saling serang di kawasan Jakarta Selatan, Jakarta Barat, dan Tangerang Selatan beberapa waktu lalu. Masyarakat pun banyak dirugikan akibat perseteruan dua ormas itu.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, mengatakan akar persoalannya adalah kemauan dari tingkat atas ke jajaran di bawah ormas itu untuk menciptakan kedamaian. Para pengurus ormas diminta memperlihatkan kejujurannya mengungkapkan kesalahan anggotanya, dan bukannya menutup-nutupi.

"Kalau tidak ada yang terlibat secara sungguh-sungguh, tidak bisa. Kami butuh ormas menunjukkan kejujuran dan niat menertibkan anggotanya," ungkap Rikwanto, Selasa (3/7/2012), di Mapolda Metro Jaya.

Rikwanto mengatakan, sejumlah kesepakatan kerap dilakukan dengan dimediasi aparat kepolisian hingga tingkat Polsek. Namun, permasalahannya terkadang pimpinan ormas tidak mengakui bahwa yang melakukan penyerangan adalah anak buahnya sendiri.

"Jangan lempar tanggung jawab seolah-olah itu bukan anggota ormas kami. Padahal lihat dari KTA (kartu tanda anggota), lihat dia bergaul cuma dari pakaian saja sudah terlihat," tukas Rikwanto.

"Pertanyaannya sekarang, sudahkah para pemimpin ormas membenahi dan berikan arahan agar tidak ada kekerasan?" tambahnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau