Hidayat: Kaum Perempuan Pilihlah Kandidat Nomor 4

Kompas.com - 04/07/2012, 06:41 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Dalam konferensi pers terkait program pasangan calon gubernur-calon wakil gubernur DKI Jakarta di Balai Kartini, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (3/7/2012), Hidayat Nur Wahid mengajak kaum perempuan di DKI Jakarta untuk memilih pasangan Hidayat+Didik dalam Pilkada pekan depan.

Hidayat memberi alasan hanya pasangan bernomor urut 4 inilah yang memiliki program unggulan khusus untuk kaum perempuan.

"Kalau rujukannya adalah apa yang disampaikan seluruh kandidat saat paparan visi-misi dan program di depan DPRD, hari Senin lalu, maka yang secara terbuka punya program unggulan untuk kaum perempuan, itulah kandidat nomor 4," kata Hidayat Nur Wahid lugas di depan wartawan.

Menurut Hidayat, kaum perempuan Jakarta seharusnya memilih calon yang bisa menjamin perlindungan, pembelaan, dan perhatian pada kaum hawa serta siap memperjuangkan hak-hak perempuan. Karena itu, dalam pandangannya, akan sangat merugikan kaum perempuan Jakarta sendiri bila kurang obyektif dalam menilai program pasangan calon.

"Sekarang tergantung kepada kaum perempuan sendiri, mungkin secara emosional akan memilih yang siap memperjuangkan dan membela perempuan atau malah memilih calon lain," kata Ketua MPR RI periode 2004-2009 itu.

Salah satu penerapan dari perhatian terhadap program khusus tersebut adalah dengan membentuk semacam komite daerah sebagai penjabaran Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2011 tentang perlindungan perempuan dan anak dari tindak kekerasan.

Keberadaan Komite Daerah tersebut diharapkan dapat mengurangi tingkat kekerasan terhadap perempuan yang meningkat tajam sejak tahun 2011 hingga kini.

"Tahun 2010 kasus perkosaan terhadap perempuan masih berjumlah 40 kasus. Tahun berikutnya (2011), sampai bulan september saja sudah 41 kasus," papar Hidayat.

Mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera juga menambahkan alasan lain bagi kaum hawa untuk memilih dirinya. Ia menerangkan, dirinya memiliki rekam jejak hubungan yang baik dengan wakil dan perempuan.

"Saat menjabat Ketua MPR saya punya tiga wakil. Satu di antaranya perempuan, Ibu Mooryati Soedibyo. Kami bisa bekerja sama secara efektif dan hubungan kami tetap harmonis sampai selesai masa jabatan, bahkan sampai sekarang ini," ungkap Hidayat.

"Ada yang punya satu wakil saja, sebelum selesai masa jabatan sudah ditinggalkan," sambung Hidayat.

Dengan terbentuknya komite daerah, ia menjamin hak-hak perempuan akan lebih terlindungi. Selain itu, layanan kesehatan bagi kaum ibu akan mendapatkan perhatian yang memadai.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau