Penerimaan siswa baru

Ribuan Siswa di Malang Berburu "Sekolah Mahal"

Kompas.com - 04/07/2012, 09:31 WIB

MALANG, KOMPAS.com - Sebanyak 5.850 calon siswa baru jenjang SMP dan SMA negeri di Kota Malang, Jawa Timur, berebut "sekolah jalur mahal", yakni jalur mandiri atau melalui tes. Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Malang Suwarjana mengatakan, penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMP dari jalur mandiri diikuti 3.918 calon siswa dan SMA sebanyak 1.900 calon siswa.

"Jumlah peserta di jenjang SMA ini mengalami kenaikan cukup signifikan dari tahun sebelumnya yang hanya diikuti 1.248  calon siswa. Padahal, tahun ini pagu untuk jalur mandiri di SMA hanya 799 siswa," kata Suwarjana, di Malang, Jawa Timur, Rabu (3/7/2012).

Menurut dia, melihat jumlah peserta tes yang cukup banyak, khususnya di SMA, tidak menutup kemungkinan pagunya akan ditambah. Namun, saat ini masih dalam proses pembahasan.

PPDB jalur mandiri dibuka setelah proses PPDB jalur online tuntas. Seleksi peserta PPDB jalur mandiri melalui tes potensi akademik untuk SMP digelar selama dua hari, hari ini dan besok (4/7/2012), dengan mata pelajaran yang diujikan Matematika, Bahasa Inggris, IPA dan Pengetahuan Umum.

Adapun, tes untuk SMA digelar selama tiga hari dengan mata pelajaran yang diujikan sama dengan SMP. Pada hari terakhir, akan dilakukan tes dengan format diskusi terutama di SMA berstatus Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI).

Sistem pendaftaran jalur mandiri tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Tahun ini Disdik menggunakan sistem rayon, sedangkan tahun lalu bisa langsung mendaftar di sekolah yang dituju.

Biaya masuk

Biaya masuk dari jalur mandiri lebih mahal dibandingkan dengan jalur online. Apalagi di sekolah yang berstatus RSBI. Untuk SMAN dan SMPN berstatus RSBI, sumbangan untuk biaya masuk rata-rata dipatok sebesar Rp 7,5 juta dan non-RSBI sebesar Rp5 juta. Sedangkan siswa dari jalur online, untuk sekolah berstatus RSBI sebesar Rp 5 juta dan non-RSBI sebesar Rp 4 juta.

Nilai Ujian Nasional (UN) SD yang diterima di SMP negeri favorit rata-rata di atas 27,90. Sementara, calon siswa yang masuk SMA negeri rata-rata memiliki nilai UN di atas 36,00.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau