Ketenagakerjaan

Pekerja Rekanan PLN Sumut Unjuk Rasa

Kompas.com - 04/07/2012, 13:53 WIB

MEDAN, KOMPAS.com- Para pekerja dari rekanan PLN Sumatera Utara berunjuk rasa di Kantor PLN Sumatera Utara di Jalan Yos Sudarso, Medan, Rabu (4/7/2012). Mereka menyampaikan beberapa tuntutan, salah satunya menuntut kenaikan gaji.

Pengunjuk rasa dari berbagai daerah datang sekitar pukul 09.00 dengan menggunakan  bus dan sepeda motor. Mereka lantas membentang poster dan spanduk. Dalam orasinya, pengunjuk rasa menuntut agar PLN menaikkan upah pekerja. "Kami hanya dibayar Rp 803.000 per bulan. Padahal UMK Rp 1,3 juta," kata Salamat Sahri, pengunjuk rasa.

Mereka juga menolak sistem kerja tenaga luar (out sourcing), karena sistem tersebut merugikan pekerja. Pekerja diperlakukan sebagai alat, kalau sudah tidak berfungsi, dibuang.

Pengunjuk rasa juga meminta agar manajemen billing dihapus. Selama ini pekerja dibebani memeriksa meteran listrik dan menagih ke palanggan. "Akhirnya kami ga bisa libur. Mesrinya tugas kami hanya memeriksa metaran, ga perlu menagih," ujar M Paruhum Siregar, koordinator lapangan pengunjuk rasa.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau