Perbankan

PT Jamsostek Batal Beli Saham Bank Jatim

Kompas.com - 05/07/2012, 05:38 WIB

BANGKALAN, KOMPAS - PT Jamsostek (Persero) batal membeli saham PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk yang ditawarkan pada 3-6 Juli. Kendalanya adalah jumlah saham yang dilepas tidak sesuai dengan kriteria investasi di badan usaha milik negara itu.

Direktur Investasi PT Jamsostek Elvyn G Masassya, di sela- sela peresmian Kantor Jamsostek Cabang Madura di Bangkalan, Jawa Timur, Rabu (4/7), mengatakan, saham Bank Jatim sangat potensial. Hanya sesuai aturan investasi di tubuh Jamsostek, menyangkut penempatan dana investasi, pembelian saham tidak mungkin diwujudkan.

Menurut dia, BUMN yang mengelola dana pekerja di Indonesia ini bisa membeli saham perseroan yang melakukan penawaran saham perdana (IPO) jika jumlah saham yang dilepas ke pasar di atas 20 persen.

”Saham yang dilepas ke pasar hanya 20 persen, dan 10 persen di antaranya untuk karyawan Bank Jatim. Jadi jumlahnya sangat jauh dari aturan yang berlaku di Jamsostek,” ujarnya.

Elvyn mengakui, saham Bank Jatim memiliki prospek yang bagus dengan harga Rp 430 per lembar saham. ”Dari segi harga dan prospek sangat menjanjikan, hanya Jamsostek terganjal aturan karena jumlahnya di bawah 20 persen,” katanya.

Dia mengungkapkan, dari Rp 119,6 triliun nilai investasi Jamsostek, hingga Juni sudah dihasilkan Rp 6,5 triliun. Investasi itu antara lain obligasi Rp 49 triliun, deposito Rp 38 triliun, saham Rp 23 triliun, reksa dana Rp 8 triliun, serta sisanya properti dan penyertaan modal Rp 480 miliar.

Menyangkut investasi saham, Jamsostek akan mengincar saham yang dinilai potensial. Memang pasar saham kurang bagus karena harga saham turun. Dari segi investasi justru potensial terutama untuk jangka panjang.

Pada kesempatan itu, Direktur Utama PT Jamsostek Hotbonar Sinaga mengatakan, kepesertaan perusahaan ataupun tenaga kerja di Pulau Madura dalam program Jaminan Sosial Tenaga Kerja relatif rendah karena belum ada perusahaan besar atau industri skala menengah ke atas yang beroperasi di pulau garam itu. Hingga saat ini, kepesertaan perusahaan di Madura baru 370 perusahaan dengan tenaga kerja 7.500 orang.

Ini jika dibandingkan dengan kepesertaan untuk Kanwil VI yang meliputi Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara yang mencapai 2.318 perusahaan dengan 212.459 tenaga kerja.

”Minimnya perusahaan dan industri di Madura, calon peserta yang digarap justru di sektor informal seperti industri kecil, nelayan, dan petani, termasuk perajin batik yang jumlahnya terus meningkat,” ujarnya.

Sementara itu, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur menyatakan, permintaan atas saham perdana yang mereka tawarkan sudah berlebih. Permintaan saham mencapai 4,5 miliar lembar dari jumlah yang ditawarkan sebanyak 2,983 miliar lembar.

”Kami baru memasuki masa penawaran saham dan ternyata memang sudah banyak yang berminat,” kata Direktur Utama Bank Jatim Hadi Sukrianto, Selasa lalu.

Masa penawaran saham pada 3-6 Juli, sementara pencatatan di Bursa Efek Indonesia pada 12 Juli. (DEN/ETA)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau