Dok, Kenapa Saya Takut Berhubungan dan Rendah Diri?

Kompas.com - 05/07/2012, 10:24 WIB

TANYA :

Dokter, saya ingin menanyakan sesuatu. Selama ini, saya sering merasa rendah diri, takut berhubungan dan terlalu akrab dengan orang lain, merasa cemas bila bertemu dengan seseorang. Saya mencoba untuk menutupi dan mengatasinya, namun tetap saja perasaan seperti itu masih ada.  Akibatnya, saya merasa tertekan dan tidak nyaman, konsentrasi menurun dan bahkan menjadi skeptis, sering merasa gelisah dan lebih sering memilih untuk menyendiri. Apakah ini tanda/gejala bahwa saya mengalami suatu gangguan kepribadian tertentu? Lalu, bagaimana cara menyembuhkannya bila memang saya mengalami suatu gangguan kepribadian tertentu? Terima kasih.

(Fadli, 22, Bekasi)

 

JAWAB :

Fadli yang baik,
Perasaan rendah diri, takut berhubungan atau terlalu akrab dengan orang lain ditambah rasa cemas bila bertemu seseorang bisa merupakan suatu gejala dari suatu gangguan kecemasan yang disebut Fobia Sosial. Biasanya orang yang mengalami Fobia Sosial sering merasa tidak nyaman berada pada posisi diperhatikan oleh orang lain atau berhadapan dengan orang yang lebih tinggi derajat atau posisinya (baik dalam keluarga,kekerabatan atau jenjang karier pekerjaan).

Intinya, orang yang mengalami Fobia Sosial merasa cemas dan khawatir berbuat bodoh atau yang tidak pantas di depan umum. Saya sering mendapatkan kasus seperti ini di dalam praktek. Biasanya, pasien mengatakan terhambat dalam pekerjaannya karena sering kali merasa tidak nyaman jika harus presentasi di depan umum atau rapat bersama atasan.

Sayangnya, karena sifatnya yang spesifik maka orang yang mengalami hal ini cenderung untuk menghindari kondisi yang memicu rasa cemasnya, sehingga sering kali tidak terlalu nyata terlihat. Apalagi jika dia beradaptasi dengan melakukan pekerjaan-pekerjaan yang lebih menuntut kerja sendiri atau di belakang layar komputer.

Sembuh dari Fobia Sosial adalah dengan cara desensitisasi, artinya orang yang mengalaminya melatih diri agar kondisi yang memicu cemas itu bisa diatasi. Misalnya dengan melatih diri untuk berkomunikasi dengan orang lain secara terus menerus atau melakukan sesuatu di muka umum lebih sering lagi. Obat pada beberapa kasus dibutuhkan jika kecemasannya sangat parah. Semoga membantu.

Salam Sehat Jiwa

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau