Ruu pendidikan tinggi

Kampus Harus Pantau Pembahasan RUU PT

Kompas.com - 05/07/2012, 14:37 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com- Anggota Komisi X DPR, Rohmani, meminta kalangan kampus terus memantau proses pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pedidikan Tinggi. Sikap kritis kalangan akademisi ini perlu untuk menjaga agar kepentingan rakyat tetap terjaga dalam RUU tersebut.

"Kami sangat berharap teman-teman kampus terus mengawal agar proses pembahasan RUU Pendidikan Tinggi ini tidak melenceng dari kepentingan masyarakat luas. Perlu dukungan moral dan pemikiran kalangan kampus agar tetap terjaga kepentingan rakyat dalam RUU itu," kata Rohmani dalam surat elektonikanya, Kamis (5/7/2012).

Ia mengatakan kekhawatirannya bila RUU Pendidikan Tinggi tidak berpihak kepada kepentingan rakyat. Dari proses pembahasan RUU Pendidikan Tinggi ini, ia memandang pemerintah tidak serius menyelesaikan RUU tersebut tepat waktu. Hal ini nampak ketika pemerintah tiba-tiba menolak RUU ini dibahas di sidang paripurna pada penutupan sidang sebelumnya.

"Sekarang pun demikian. Pemerintah kembali membuka pembahasan RUU di saat masa persidangan tinggal dua minggu lagi," jelas Rohmani.

Rohmani juga mengatakan, RUU Pendidikan Tinggi tidak rumit bila pemerintah bersedia membuka diri terhadap masukan berbagai pihak. Terutama gagasan pendidikan tinggi murah berkualitas, terbuka kesempatan yang sama bagi setiap warga negara untuk mengenyam pendidikan tinggi, otonomi kampus dalam hal pengelolaa sistem pendidikan, anggaran riset yang cukup, dan peran negara dalam pembiayaan operasional kampus.

"Persolannya, pemerintah berusaha menghindar akan kewajiban pembiayaan. Sementara dalam pengelolaan sistem pendidikan pemerintah justru ingin terlibat lebih dalam. Inikan terbalik jadinya," kata Rohmani.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau