JAKARTA, KOMPAS.com - Tim Reserse Polres Metro Jakarta Selatan dan Polsek Metro Mampang meringkus komplotan perampok minimarket, Kamis (5/7/2012) pagi tadi. Mereka antara lain KMD (31), WS (36), dan MHD (41). Dari tiga tersangka, seorang di antaranya berinisial MHD tewas tertembak karena melarikan diri ke atas genteng, di kawasan Sumur Batu Jakarta Pusat.
Dialah sosok penting dari rentetan aksi perampokan yang meresahkan warga. "Komplotan ini merencanakan kejahatan di rumah MHD. Rumahnya juga dipakai untuk mengumpulkan peralatan serta berkoordinasi sesama anggota komplotan," tutur Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jaksel Ajun Komisaris Besar Hermawan, kepada wartawan.
Menurut Hermawan, MHD biasa merekrut anggota yang lain sebelum beraksi. Salah satu anggota yang direkrut yaitu KMD baru dua minggu keluar dari lembaga pemasyarakatan. MHD juga yang membuat skema kejahaatan dengan menggunakan tali sepatu hitam. Modus ini yang kemudian menjadi ciri khas kejahatan kelompok MHD.
Lantaran disebut sebagai ketua, MHD berhak membagi harta hasil perampokan. Seperti hasil perampokan di Jalan Bangka, MHD membagi uang jarahan ke pelaku lain masing-masing Rp 2,5 juta dari total uang yang dirampok Rp 46,5 juta. Sementara sisanya dinikmati sendiri oleh MHD.
MHD bertubuh gempal. Sehari-hari tidak ada pekerjaan tetap, alias pengangguran. Sebelumnya pernah menjalani penahanan kasus narkoba. Setelah tewas tertembak, MHD dibawa petugas untuk menjalani visum di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang