Surabaya

"Nyambi" Jual Sabu, Istri Polisi Dibekuk

Kompas.com - 05/07/2012, 16:35 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com — Menjadi pendamping hidup seorang aparat penegak hukum tidak membuat Erni Sulasiyatini (46) menjadi lebih taat pada hukum. Justru warga Jalan MT Haryono, Semampir, Kraksaan, Probolinggo, ini diamankan polisi karena aksinya yang melanggar hukum.

Erni ditangkap karena menjadi pengedar serbuk haram, sabu. Istri seorang anggota polisi yang bertugas di Probolinggo itu belum lama ini diamankan jajaran Satuan Narkoba Polrestabes Surabaya di areal parkir Hotel Garden, Jalan Pemuda, Surabaya. Diduga kuat, wanita setengah baya itu sedang menunggu salah satu pelanggan narkobanya.

"Belum sempat bertemu pelanggannya, tersangka sudah kami amankan beserta barang bukti satu paket SS seberat 0,37 gram," kata Wakasat Narkoba Polrestabes Surabaya Komisaris Arbaridi Jumhur, Kamis (5/7/2012).

Informasi yang dihimpun, tersangka Erni saat ini berstatus pisah ranjang dengan suaminya. Keretakan rumah tangga Erni diduga penyebabnya karena kelakuan Erni yang memang kerap melanggar hukum.

Sambil memeriksa istri polisi yang sehari-harinya bekerja sebagai penjual ikan itu, polisi kini tengah mengembangkan penyelidikan kepada seseorang bernama EL yang disebut-sebut sebagai pemasok narkoba kepada Erni. "Hingga hari ini beberapa kali tersangka kami keler, namun LE belum ditemukan atau keluar dari sarangnya," terang Jumhur.

Atas perbuatannya, istri polisi itu terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara. Dia dianggap melanggar Pasal 112 dan Pasal 114 ayat 2 Undang-Undang 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau