PINRANG, KOMPAS.com - Putusnya jembatan penghubung Sulawesi Selatan (Sulsel) dengan Sulawesi Barat (Sulbar) di Desa Pajalele, Pinrang pada Kamis (5/7/2012) menyebabkan jalur distribusi bahan bakar minyak (BBM) dan sembako dari Makassar ke Sulbar, Kendari, Palu dan sebaliknya, terganggu. Sebanyak 300 ribu kiloleter BBM untuk jatah Sulbar tertahan di tengah antrean kendaraan yang tertahan di lokasi jembatan ambruk.
Dari pantuan Kompas.com, puluhan truk tangki Pertamina yang sedianya hari ini akan mendistribusikan BBM di lima kabupaten di Sulawesi Barat tertahan di tengah antrean panjang kendaraan di Jalur Trans Sulawesi tepatnya di Desa Pajalele, Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang ini. Truk tangki ini seharusnya sudah tiba di Sulbar sejak pagi tadi.
"Saya sudah tiga jam lebih tertahan, dan saya tak bisa mengisi tangki BBM di Depot Pare-Pare hari ini. Rekan saya lainnya yang akan mendistribusikan BBM di Sulawesi Barat juga terjebak di jalan," ujar Alam SR, Sales Representatif Pertamina Wilayah VII Depot Pare-Pare, Kamis (5/7/2012).
Alam menyebutkan, per hari jatah BBM untuk Sulbar mencapai 300 ribu kiloliter. Sebanyak 200 ribu kiloliter di antaranya adalah premium, dan sisanya solar. Saat ini ada sekitar belasan tangki Pertamina Depot Pare-Pare terjebak di lokasi jembatan putus. Alam berharap pemda setempat segera turun tangan bantu memperbaiki jembatan agar distribusi BBM dari Depot Pare-Pare ke Sulawesi Barat bisa l ancar dan normal kembali.
Jembatan darurat berkapasitas 10 ton itu ambruk, Kamis (5/7/2012) pada pukul 9.30 Wita. Penyebabnya diduga akibat dilewati truk tronton bermuatan minuman kemasan dan sembako seberat lebih dari 20 ton. Kini polisi setempat masih menyelidiki kejadian ini dengan memeriksa sejumlah kasus, termasuk sopir truk tronton.
Kapolsek Lembang, Pinrang, AKP Muh. Idris menyatakan sejak jembatan ambruk aparat kepolisian telah disebar di sekitar lokasi untuk mengamankan situasi dan mencegah kemungkinan tindak kejahatan di lokasi kejadian. Sejumlah petugas polisi juga ditempatkan di beberapa sudut jalan untuk menertibkan arus lalu lintas. Bus berukuran sedang diperbolehkan melewati jalur alternatif sepanjang belasan kilometer dari lokasi kejadian.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang