Australia Tawarkan Bantuan Bangun Kota Berkelanjutan

Kompas.com - 05/07/2012, 21:20 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Kerjasama Perdagangan ASEAN Pemerintah Victoria-Australia, James Myers menyatakan, pihaknya berniat untuk bekerja sama dengan sejumlah negara berkembang, termasuk Indonesia, dalam mengembangkan konsep desain infrastruktur dan inovasi bangunan perkotaan yang berkelanjutan.

"Kita ingin bekerjasama dengan pihak Indonesia dalam mengembangkan konsep design infrastruktur dan inovasi bangunan urban untuk menciptakan kehidupan kota yang lebih baik," sebut James dalam forum bisnis yang bertajuk "Liveable and Sustainable Cities of the Future," di Jakarta, Kamis (5/7/2012).

Menurutnya, negara bagian Australia, Victoria, telah berhasil mengedepankan konsep desain urban yang berkelanjutan dengan mempekerjakan sekitar 350.000 orang, dan telah menjadi sektor andalan di negara bagian ini.

Ada sejumlah perusahaan Australia yang tergabung dalam Australia Urban System (AUS) yang mengkampanyekan inovasi dalam infrastruktur dan bangunan urban dengan mengedepankan konsep kenyamanan hidup masyarakat modern serta pengembangan arsitektur dalam menghadapi tantangan percepatan urbanisasi.

James pun mengatakan, pihaknya tidak hanya menawarkan kerja sama dalam hal teknologi bangunan hijaunya saja. Kerja sama juga dimungkinkan untuk jasa teknis dan desain arsitekturnya.

"Dalam waktu dekat, kami berniat untuk melakukan kerjasama dengan negara-negara berkembang seperti Indonesia, China, negara-negara Timur Tengah dan Amerika Latin," tambah James.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Industri, Riset dan Teknologi, Bambang Sujagad mengatakan, kebutuhan infrastruktur sangat dibutuhkan oleh kota urbanisasi seperti Jakarta. Karena, kata dia, belum memadainya transportasi publik dan jalan bisa berdampak pada kualitas hidup setiap orang.

"Semua layanan perkotaan kita masih belum baik dan diperkirakan akan bertambah buruk, sehingga memerlukan perencanaan yang tepat untuk menciptakan kota urban yang baik dan bisa meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya," kata Bambang.

Dikatakan Bambang, Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam mengatasi masalah perkotaan. Dibutuhkan peran sektor swasta dalam mewujudkan kota-kota yang berkelanjutan.

"Mereka membutuhkan partisipasi swasta untuk menemukan solusi. Melalui teknologi sektor swasta dan inovasi, kami percaya bahwa ada banyak kemungkinan untuk memperbaiki kondisi infrastruktur Indonesia dan kualitas pelayanan perkotaan," pungkasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau