Diserempet, Pengendara Motor Hajar Sopir Taksi

Kompas.com - 05/07/2012, 23:32 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Seorang pengendara motor Honda Supra dengan nomor polisi B 6995 SEQ menghajar seorang sopir taxi Express hingga korban tidak sadarkan diri. Peristiwa terjadi di Jalan Tambak II, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (5/7/2012) malam sekitar pukul 20.00 WIB.

Berdasarkan keterangan saksi, korban dipukul dengan balok kayu. "Tangan korban patah karena dipake buat nangkis. Beberapa kali badan dan kepalanya dipukuli hingga tak sadarkan diri," ujar Nico, salah satu saksi di tempat kejadian perkara.

Aksi kekerasan itu diawali ketika pelaku terserempet taksi  yang dikemudikan korban di Jembatan Merah. Pengendara motor itu kemudian mengejar taksi hingga ke Jalan Tambak. Pelaku kemudian menghentikan taksi itu lalu menghajar pengemudinya.

Sopir taksi Express bernomor polisi B 1389 KTE diketahui bernama Syahdan. Saat ini Syahdan sudah dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangun Kusumo (RSCM) Salemba, Jakarta Pusat. "Kondisi terakhir korban lemah tapi masih ada denyut nadi," tambah Nico.

Pelaku saat ini sudah diamankan di Polsek Menteng. Sebelum diamankan petugas, warga setempat sempat handak menghajar pelaku karena merasa geram melihat ulahnya. Sementara itu, satu orang teman pelaku yang membawa motor juga diamankan polisi untuk dimintai keterangan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau