Hidayat Prihatin Kondisi GOR Ragunan

Kompas.com - 06/07/2012, 06:49 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Dalam kunjungannya ke kawasan Ragunan, Jakarta Selatan, Kamis (5/7/2012), calon Gubernur DKI Jakarta Hidayat Nur Wahid menyempatkan diri melihat kondisi sarana olahraga di Diklat Ragunan.

Saat meninjau salah satu prasarana, GOR Bulutangkis, Hidayat mengungkapkan keprihatinannya lantaran melihat kondisi bangunan dan fasilitas lain yang kurang terawat.

"Saya biasa main badminton tiap Rabu pagi. Dan saya prihatin, gedung badminton ini kewenangan membangunnya ada di Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta. Anda bisa lihat lantainya terkelupas, penerangan sudah tidak wajar dan ini tidak layak jad gedung olahraga di DKI," ujar Hidayat.

Ia menjelaskan, GOR Ragunan telah menghasilkan banyak atlet nasional, bahkan yang berprestasi internasional. Sudah seharusnya prasarana olahraga yang aktif digunakan untuk pembibitan dan pembinaan atlet ini mendapat perhatian yang lebih serius. Apalagi diklat Ragunan adalah tempat bersejarah yang menjadi lokasi percontohan pembinaan atlet muda bulutangkis oleh negara-negara lain.

"Kami akan renovasi itu. Tapi, karena anggaran untuk tahun pertama sudah ditetapkan, kami akan memikirkannya lewat APBD di tahun kedua. Pasti akan jadi prioritas untuk direnovasi," jelas mantan Ketua MPR RI itu.

Pada kesempatan itu, Hidayat kembali mengulang program utamanya untuk bidang olahraga. Cagub yang diusung Partai Keadilan Sejahtera itu mengungkapkan rencananya untuk merenovasi 44 gelanggang olah raga di Jakarta serta membangun dua stadion sepakbola bertaraf internasional. "Kami juga akan membuat taman interaktif yang memungkinkan warga berolahraga di sana," kata Hidayat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau