JAKARTA, KOMPAS.com - Dalam kunjungannya ke kawasan Ragunan, Jakarta Selatan, Kamis (5/7/2012), calon Gubernur DKI Jakarta Hidayat Nur Wahid menyempatkan diri melihat kondisi sarana olahraga di Diklat Ragunan.
Saat meninjau salah satu prasarana, GOR Bulutangkis, Hidayat mengungkapkan keprihatinannya lantaran melihat kondisi bangunan dan fasilitas lain yang kurang terawat.
"Saya biasa main badminton tiap Rabu pagi. Dan saya prihatin, gedung badminton ini kewenangan membangunnya ada di Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta. Anda bisa lihat lantainya terkelupas, penerangan sudah tidak wajar dan ini tidak layak jad gedung olahraga di DKI," ujar Hidayat.
Ia menjelaskan, GOR Ragunan telah menghasilkan banyak atlet nasional, bahkan yang berprestasi internasional. Sudah seharusnya prasarana olahraga yang aktif digunakan untuk pembibitan dan pembinaan atlet ini mendapat perhatian yang lebih serius. Apalagi diklat Ragunan adalah tempat bersejarah yang menjadi lokasi percontohan pembinaan atlet muda bulutangkis oleh negara-negara lain.
"Kami akan renovasi itu. Tapi, karena anggaran untuk tahun pertama sudah ditetapkan, kami akan memikirkannya lewat APBD di tahun kedua. Pasti akan jadi prioritas untuk direnovasi," jelas mantan Ketua MPR RI itu.
Pada kesempatan itu, Hidayat kembali mengulang program utamanya untuk bidang olahraga. Cagub yang diusung Partai Keadilan Sejahtera itu mengungkapkan rencananya untuk merenovasi 44 gelanggang olah raga di Jakarta serta membangun dua stadion sepakbola bertaraf internasional. "Kami juga akan membuat taman interaktif yang memungkinkan warga berolahraga di sana," kata Hidayat.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang