Dengan LED, Hemat Energi Sampai 80 Persen

Kompas.com - 06/07/2012, 13:49 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Data statistik Perusahaan Listrik Negara (PLN) menunjukkan konsumsi listrik rumah tangga mencapai 39 persen dari total konsumsi listrik yang dipenuhi PLN di Indonesia. Dengan beralih menggunakan lampu berbasis teknologi Light Emitting Diode (LED), penghematan energi di dalam rumah tangga bisa  hemat sampai 80 persen dibandingkan lampu pijar.

Demikian disampaikan Robert Fletcher, President Director PT. Philips Indonesia dalam rangkaian acara “Philips LED My Vision Day” di Jakarta, Senin (2/7/2012). Robert menuturkan, sekitar dua dekade lalu, Philips memimpin konversi dari lampu pijar ke lampu hemat energi. Kini, karena semakin memahami meningkatkan kebutuhan akan pencahayaan berkelanjutan maka Philips mendorong lampu berbasis LED sebagai solusi dalam pencahayaan rumah tangga.

Philips ingin konsumen menikmati kualitas hidup yang lebih baik melalui kinerja pencahayaan berbasis LED dalam menghemat energi sekaligus ramah lingkungan. LED MyVision memungkinkan anda mendapatkan nilai terbaik bagi uang anda dalam menyambut aplikasi teknologi LED bagi rumah tangga,” lanjut Robert.

Selain menghemat energi sampai 80 persen, Robert mengatakan lampu berbasis LED lebih tahan lama. Masa hidup lampu LED adalah 15.000 jam bila dibandingkan dengan lampu berbasis CFLi yang hanya bertahan 8.000 jam. Apalagi, dengan teknologi pencahayaan LED sangat memungkinkan konsumen mengontrol terang redupnya pencahayaan sehingga tidak menyilaukan mata.

“Philips LED MyVision Day” ini digelar di 65 wilayah di Indonesia dari tanggal 2 Juli 2012 sampai besok, (Sabtu, 7 Juli 2012). Ajang ini merupakan bentuk komitmen Philips mengkampanyekan pencahayaan hemat energi untuk penggunaan rumah tangga. Dalam acara ini, Philips juga menyelenggarakan kompetisi “Touch The LED” untuk menunjukkan bahwa lampu berbasis LED tidak panas ketika disentuh. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau