Ramuan Teh Jahe dan Madu untuk Ibu Menyusui

Kompas.com - 06/07/2012, 16:48 WIB

KOMPAS.com - Selama masa menyusui, seorang ibu harus menjaga betul segala makanan yang akan dikonsumsi. Hal ini karena apa yang mereka konsumsi akan disalurkan kepada bayi melalui perantara air susu ibu (ASI).

Sebagian orang mengklaim bahwa sajian teh yang dicampur jahe dan madu merupakan pilihan terbaik dan aman untuk ibu menyusui. Namun pertanyaannya, benarkah anggapan itu? Untuk mengetahuinya kebenarannya, berikut adalah ulasannya :

1. Manfaat

Teh yang dibuat dengan campuran jahe dan madu memberikan efek menenangkan dan membantu ibu dari gejala kedinginan ketika menyusui. Banyak dokter menyarankan menghindari obat saat menyusui karena mungkin memiliki efek samping negatif bagi bayi. Jahe mungkin efektif untuk menghilangkan masalah pernapasan dan batuk. Sementara madu berkhasiat menenangkan sakit tenggorokan dan membantu meredakan batuk. Hal ini tentu memberikan alternatif yang lebih baik dan aman untuk Anda dan bayi dalam banyak kasus. Bahkan, jahe dipercaya dapat secara efektif melancarkan aliran ASI, yang turut membantu keberhasilan menyusui.

2. Cara penyajian

Membuat teh dari madu dan jahe sangat mudah dan bisa dilakukan dirumah. Pertama-tama, potong jahe sepanjang 2 sampai 3 inci, lalu siapkan madu dan lemon. Panaskan air sampai mendidih. Kemudian iris jahe tipis-tipis, lalu masukan irisan jahe ke air yang sudah mendidih dan biarkan mendidih dengan api kecil selama 20 sampai 30 menit. Saring air jahe yang tadi sudah dipanaskan. Setalah dituang ke cangkir, dengan dicampur teh dan tambahkan jus lemon serta madu secukupnya.

3. Keamanan

Sayangnya, sampai saat ini masih sedikit penelitian yang menguji tentang keamanan jahe untuk ibu menyusui. Saran mengenai penggunaannya pun bervariasi antara dokter atau profesional medis yang satu dengan lainnya. Sebagai contoh, MedlinePlus menganjurkan ibu menyusui untuk menghindari minuman ini, tetapi situs Baby Center justru mengklaim minuman ini aman jika digunakan dalam dosis yang moderat. Jadi untuk amannya, konsultasikan hal ini dengan dokter Anda untuk mengetahui berapa dosis yang dibutuhkan saat sedang menyusui.

4. Pertimbangan

US Food and Drug Administration (FDA) mengklaim konsumsi jahe cenderung aman bagi ibu menyusui, namun mungkin tidak semua orang cocok. Jika Anda mengonsumsi obat-obat tertentu seperti untuk diabetes, tekanan darah, penyakit pembekuan darah atau jantung, jahe dapat mengganggu efektivitasnya.

Terkadang, makanan dan minuman yang Anda konsumsi saat menyusui dapat menyebabkan reaksi pada bayi. Jika Anda melihat bayi mengalami ruam, rewel atau diare segera setelah menyusui, bayi Anda mungkin sensitif terhadap madu atau jahe. Madu biasanya aman saat menyusui, tetapi Matius Beshara, MD, asisten profesor klinis di Departemen Obstetri dan Ginekologi dari University of Pennsylvania, merekomendasikan untuk memilih madu yang sudah di pasteurisasi karena lebih mungkin tidak terkontaminasi dengan bakteri yang bisa membuat Anda atau bayi Anda sakit.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau