SIDRAP, KOMPAS. Com - Sedikitnya lima kelurahan di Kecamatan Dua Pitue, Kabupaten Sidrap diterjang banjir bandang, Jumat, (6/7/2012). Ribuan rumah warga pun terendam banjir.
Air yang mencapai setinggi dua meter tersebut juga merendam sejumlah sekolah dan gedung pemerintahan. Banjir tersebut juga mengakibatkan jalur Trans Sulawesi terputus. Lalu lintas di lokasi itu macet sepanjang 3 kilometer.
Ridwan, salah seorang warga setempat, mengatakan banjir bandang ini melanda lima kelurahan, yakni Kelurahan Tandru Tedong, Salo Malori, Salo Bukkang, Tacimpo dan Kelurahan Kalosai. "Arus banjir sangat deras juga melanda sebagian besar gedung sekolah," ujarnya.
Kata dia memang setiap tahunnya, lima kelurahan ini langganan banjir. "Hanya saja, kali ini yang terparah karena banjir mencapai dua meter," katanya.
Kantor Polsek Dua Pitue juga tidak luput dari banjir yang diakibatkan jebolnya penahan sungai Tandu Tedong.
Kepala Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Sidrap, Siara Barang saat di lokasi banjir mengatakan, pihaknya menurunkan sejumlah tim search and rescue (SAR) dan bantuan untuk mengevakuasi korban banjir. "Kita juga akan bawa berupa bantuan makanan kaleng. Kita juga akan mendirikan posko," katanya.
Menurut Siara, tidak ada korban jiwa dalam bencana itu, namun jumlah kerugian awal sudah ditaksir mencapai Rp 1 miliar lebih. Hal itu karena 1300-an hektar lebih sawah milik petani dilaporkan ikut terendam banjir, belum termasuk kerugian harta benda warga berupa rumah yang rusak.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang