Infrastruktur

Pelabuhan Perikanan Belum Memadai

Kompas.com - 07/07/2012, 05:17 WIB

Sibolga, Kompas - Kementerian Kelautan dan Perikanan mengakui masih banyak pelabuhan perikanan di Indonesia yang belum beroperasi dengan baik. Hal itu antara lain karena belum terbentuk kelembagaan pengelola sebagai penanggung jawab serta fasilitas pelabuhan perikanan belum memadai.

Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan Heryanto Marwoto dalam kunjungan ke Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Jumat (6/7), mengemukakan, fasilitas pelabuhan belum dapat dilengkapi karena memerlukan dana yang sangat besar sehingga perlu bantuan pendanaan dari pemerintah daerah.

”Pengembangan dan peningkatan fasilitas pelabuhan merupakan bagian dari program industrialisasi kelautan dan perikanan,” ujarnya.

Hingga saat ini terdapat total 816 pelabuhan perikanan dan pangkalan pendaratan ikan milik pemerintah untuk melayani dan memfasilitasi kapal perikanan dan usaha perikanan di sejumlah daerah.

Marwoto menekankan perlunya pelabuhan perikanan memberikan pelayanan dan pembinaan terhadap pelabuhan perikanan swasta dalam pemanfaatan potensi ikan, termasuk ikan yang didaratkan.

Selama ini, konektivitas dan sistem informasi pelabuhan belum menjangkau semua pelabuhan perikanan.

Sementara itu, Kepala Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga Henry M Batubara mengemukakan, banyak tangkahan (pelabuhan kecil) yang dibangun perusahaan swasta untuk kebutuhan sendiri, tetapi berkembang menjadi pelabuhan swasta dan tempat lelang ikan nelayan lokal. Maraknya tangkahan turut dipicu oleh minimnya sarana pelabuhan ikan yang dibangun pemerintah. (LKT)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau