3 Rahasia Asmara Perempuan Perancis

Kompas.com - 07/07/2012, 10:55 WIB

KOMPAS.com - Dalam membina hubungan asmaranya, perempuan Perancis lebih bahagia daripada perempuan di belahan dunia lainnya. Kok bisa? Nah, Debra Ollivier, penulis buku What French Women Know: About Love, Sex and Other Matters of the Heart and Mind, membeberkannya kepada Anda rahasia bahagia perempuan Perancis.

Lebih Santai
Perempuan Perancis terlatih buat mengikuti kata hatinya ketimbang buku manual berkencan. Tidak ada aturan "cara yang benar" atau "cara yang salah" dalam berkencan dalam kamus mereka. Saat mereka menyukai seseorang, mereka akan mengikuti perasaan itu, mendengarkan kata hatinya dan mempercayai insting mereka sepenuhnya. Tak kalah penting menikmati setiap momen kebersamaan dengan si dia.

Mereka juga tak terburu-buru dalam urusan asmara, lebih misterius dan tidak terlalu terbuka tentang diri mereka saat kencan pertama. Mereka bergerak sangat perlahan dalam memberikan informasi tentang diri. Semua informasi diri diberikan sedikit-sedikit sejalan dengan waktu.

Rahasia lainnya adalah cara pandang mereka tentang hubungan asmara. Mereka tidak menetapkan target dalam awal menjalin hubungan. Intinya pikiran menggangu seperti "Apakah dia mencintaiku atau tidak?" "Apakah dia orang yang tepat?" tak akan meresahkan mereka. Fokus mereka justru pada setiap momen kebersamaan. hal ini yang melepaskan mereka pada perasan tertekan yang tak perlu. 

Lebih menikamti seks
Bagi perempuan Perancis seks tak harus sensasional seperti yang digambarkan majalah-majalah perempuan. Bahwa hubungan asmara harus dibumbui dengan seks yang "panas". Anda harus mencapai orgasme saat berhubungan seks serta segala tip memuaskan pasangan. Dengan begitu banyaknya aturan tak heran perempuan akan sangat sulit untuk bersikap santai dalam menghadapi situasi jatuh cinta, berkencan, hingga seks. Ini tidak terjadi pada perempuan Perancis, mereka menikmati seks dan tak suka diatur cara menikmatinya. Mereka lebih suka menjadi diri sendiri dalam menikmati gairah. Seks bukan semata kepuasan, tapi lebih pada pencarian diri dan ikatan emosional yang membebaskan antara dua sejoli.

Lebih realistis
Meski perempuan Perancis lebih sinis memandang pernikahan bukan berarti mereka takut akan komitmen. Komitmen mereka terhadap sebuah hubungan tak jauh beda dengan banyak perempuan lainnya. Hanya saja mereka tak terjebak dalam konsep "Happily ever after" (bahagia selamanya) . Mereka sangat sadar bahwa hubungan terletak pada pengalaman menjalaninya bukan pada hasil akhir. Dengan cara pikir seperti ini, mereka menjalani  hubungan dengan lebih bahagia dan ketika semua berakhir, akan lebih mudah menerima dan tetap menjalani hidup tanpa terjebak dalam kondisi patah hati berkepanjangan.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau