John Kei akan Mengadu ke Komisi III DPR

Kompas.com - 07/07/2012, 22:45 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - John Refra Kei, terdakwa kasus pembunuhan Bos PT Sanex Steel, Tan Harry Tantono alias Ayung, tidak terima dengan pembantaran yang dilakukan pihak kepolisian terhadapnya. John Kei bahkan akan mengadukan hal itu ke komisi III DPR.

Hal itu dibenarkan oleh kuasa hukum John Kei, Taufik Chandra, saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (7/7/2012) malam. "Salah satu langkah yang mungkin kita akan ambil itu, kita akan coba laporkan ini ke Komisi III DPR," kata Taufik.

Taufik mengatakan, sebelumnya pihaknya sudah melayangkan surat keberatan ke Mabes Polri atas penahanan John Kei yang menurut aturan, sudah harus bebas sejak pukul 00.00 WIB, Jumat (6/7/2012) dini hari. Kenyataannya, John Kei justru dibantarkan ke rumah sakit dengan alasan kesehatan.

Dikatakan Taufik, dokter pribadi John Kei sudah didatangkan hari ini untuk mengecek kesehatan kliennya. Menurut dokter itu, John Kei dalam keadaan sehat. Karenanya, Taufik menilai polisi terlalu 'memaksakan' pembantaran John Kei. "Ini sakit saja tidak, jadi tidak perlu dirawat," ujar Taufik.

Sementara itu, dari pantauan Kompas.com, Sabtu (7/7/2012), pada pukul 21.00 WIB, di depan ruang Tembesu, tempat John Kei dirawat, terlihat penjagaan  aparat bersenjata laras panjang. Belasan kerabat pendukung John Kei pun tampak terlihat masih berada di sekitar, depan ruangan Tembesu, Rumah Sakit Bhayangkara Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau